Berpetualang Jelajahi Tanah Nenek Moyang

adventure-sangiran2

SANGIRAN, nama ini sudah sejak dulu mendunia. Sebuah tempat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia yang selalu dikunjungi ilmuwan-ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Sangiran merupakan salah satu situs yang masuk dalam perlindungan UNESCO sebagai wilayah yang menyimpan kekayaan dunia ratusan abad.
Ada sebuah museum di sana yang dinamai sesuai nama wilayah ini yakni Museum Sangiran. Museum yang menyimpan koleksi manusia purba yang begitu melegenda mulai dari Homo erectus. Tulang belulang hewan laut purba, peralatan berburu manusia purba dan lain-lain.
Semua warisan nenek moyang ini disimpan rapi di bawah naungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Begitu banyak literatur, jurnal, pemberitaan atau website membahas tentang koleksi museum. Namun tak banyak yang mengulas tentang potensi pendukung wisata di Sangiran, yakni petualangan atau adventure di tanah kelahiran nenek moyang.
Saat ada kunjungan dari pelaku wisata Jatim yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ASPPI, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dan media berkunjung dalam rangka Jateng On The Spot 2019. Rombongan yang jauh-jauh datang dari Kota Solo menuju lokasi sudah ditunggu dengan kejutan spesial.

Baca : Batik Air dan Lanud Sultan Hasanuddin Laksanakan Pelatihan Tanggap Darurat

Saat sampai di Menara Pandang Sangiran, barisan kendaraan jeep, dari komunitas Purba Adventure sudah menanti. Barisan jeep ini akan mengantar rombongan menuju Cluster Ngebung, Cluster Manyarejo, lokasi penemuan purbakala dan berakhir di museum utama di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen.
Selama perjalan puluhan rombongan team dari Jateng On The Spot 2019 langsung disuguhi pemandangan alam Sangiran yang aduhai. Aktivitas asli penduduk pedesaan seperti bertani, menggembala ternak menjadi sambutan pertama yang mengagumkan. Pemandangan alam berupa hamparan padi dan hutan jati sungguh menyegarkan pandangan mata.
“Suasana desa yang alami dan indah. Sungguh mengesankan bisa berkunjung ke tanah kelahiran nenek moyang dengan naik jeep ini. Ini sungguh paket wisata yang mengesankan,” teriak Labieb, awak media nasional.
Apalagi pemandu wisata lokal Arie, lewat megaphone tak henti-hentinya menerangkan apa yang sedang dilihat rombongan. Bahkan saat masuk ke gedung Cluster Ngebung dan Manyarejo, putra daerah Krikilan ini secara tuntas menerangkan apa, bagaimana, mengapa, dan seperti apa peninggalan pra-sejarah di situs ini dan detail proses penemuan hingga ekskavasinya.

adventure-sangiran1

Paket wisata menarik

Saat menuju lokasi penemuan teranyar Sangiran, kendaraan rombongan dilewatkan jembatan air. Sungguh pemandangan dari atas jeep dengan bak terbuka sangat langka.
“Kami sungguh terhibur, ini petualangan yang mengagumkan,” ucap Faizin salah satu peserta trip asal Bojonegoro.
Jelajah kawasan konservasi Sangiran lumayan membutuhkan waktu lama sekitar 1,5-2 jam. Di bawah terik matahari siang. Kelelahan, kehausan dan perut yang keroncongan terbayar dengan wisata yang mengasyikan. Keandalan pengemudi jeep ditambah petani lokal yang panen rumput atau menanam padi, suguhan alam, dan peninggalan pra-sejarah yang disimpan di cluster-cluster menghapus rasa capek-capek dan pegal duduk di jok jeep.

Baca : HAM-I Kecam Persekusi Terhadap Wartawan


Aji, pemimpin grup jeep menyampaikan paket wisata adventure ini sengaja disediakan untuk memanjakan para pengunjung Sangiran. Masyarakat yang hendak memanfaatkan jasa ini tinggal menghubungi Dinas Pariwisata Sragen yang berkantor di kawasan Museum Sangiran.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pasar, Disporapar Pemprov Jateng, Tanti Apriani, mengatakan, eksplorasi potensi wisata langsung yang dilakukan pelaku wisata seperti di Museum Sangiran Sragen amat penting. Harapan pemerintah provinsi adalah mereka pelaku wisata di Jawa Timur bisa berimajinasi, bertegur sapa dengan pelaku wisata lokal sehingga berujung pada pembuatan paket wisata. “Tujuan <I>Jateng On The Spot<P> 2019 ini adalah promosi wisata sekaligus mengundang calon wisatawa Jatim untuk datang ke Jateng,” imbuh Tanti.
Bagi anda pelancong nasional atau manca negara yang berminat berkunjung ke Museum Sangiran tidak perlu susah-susah mencari lokasi ini. Anda tinggal menghubungi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng, Dinas Pariwisata Kabupaten Sragen atau searching sendiri ke internet.
Bila anda mengidamkan kunjungan wisata yang mengesankan dan menambah pengetahuan tentang kehidupan pra-sejarah bisa menghubungi agen perjalanan yang anda percaya. Atau bagi anda yang sering berkelana sendirian saat berkunjung ke objek wisata edukasi ini bisa mengases lewat pencarian google atau bertanya ke dinas terkait. (BS)

Kunjungi :Sudimin Minta Waduk Cengklik Segera Dikeruk

 

Tinggalkan Pesan