FK-IUMKM Gandeng 103 Pelaku Usaha di Solo

FK-IUMKM
DEKLARASI: Sejumlah anggota Forum Kolaborasi Industri Usaha MikroKecil dan Menengah (FK-IUMKM), mendeklaraiskan diri mewadahi UMKM yang ada di Solo saat konferensi pers di cafe Blackbird Coffee, Jalan Gatot Subroto 35, Singosaren, Solo, Jumat (15/3).

SOLO-Forum Kolaborasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (FK-IUMKM) menggandeng 103 pelaku usaha kecil di Kota Bengawan. Hal tersebut sebagai upaya memajukan dan memberi wadah bagi pengusaha memasarkan dan mengembangkan usaha yang mereka geluti.

“FK-IMUKM terbentuk pada 5 Maret 2019 lalu, organisasi masyarakat ini
merupakan wadah bagi pelaku usaha di Solo untuk mengembangkan usaha mereka masing-masing. Sejauh ini sudah ada 103 anggota UMKM yang bergabung bersama kami,” kata Ketua Umum FK-IUMKM, Ewen Liam, saat konferensi pers di cafe Blackbird Coffee, Jalan Gatot Subroto 35, Singosaren, Solo, Jumat (15/3).

Perkembangan teknologi yang makin cepat menjadi salah satu upaya organisasi tersebut membuat wadah bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usaha masing-masing. Ewen menerangkan, era teknologi itu sangat penting dimanfaatkan apalagi untuk mengembangkan usaha.
“Kami menilai era teknologi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk
membangun sebuah usaha. UMKM yang ada di Solo kami rasa harus diajak
memanfaatkan hal tersebut. Maka dari itu, FK-IUMKM hadir memberikan
pelatihan dan mentoring bagaimana memaksimalkan teknologi untuk usaha mereka,” kata dia.

Baca : Batik Air dan Lanud Sultan Hasanuddin Laksanakan Pelatihan Tanggap Darurat

Ewen mengungkapkan, organisasi masyarakat yang bersifat nirlaba ini
mengajak para pelaku usaha berkolaborasi membangun usaha mereka. Selain itu, pihaknya akan berupaya mendigitalisasi produk UMKM yang
telah bergabung bersama organisasi tersebut.

“Kami berkomitmen mendukung anggota kami untuk mencipatakan terobosan baru dalam mempromosikan usaha mereka. Hal itu tak lain untuk mendukung mereka dalam mengembangkan usaha di era digital 4.0. Kami meniliai belum seluruh UMKM memahami hal tersebut,” kata dia.  Ewen menerangkan, sekitar 1009 UMKM di Solo membutuhkan pendampingan dan dukungan dari organisasi berbasis nirlaba itu. Sehingga jumlah tersebut menjadi sasarannya untuk menggandeng lebih luas dan mempersiapkan pengusaha kecil berkolaborasi di era teknologi saat ini.

“Data yang kami miliki, terdapat sekitar 1009 UMKM yang perlu didukung
dengan teknologi saat ini, baik itu marketplace, R&D Teknologi Artificial Intellegence (AI) dan lainnya. Kami berharap kehadiran kami mendapat dukungan penuh dan mempersiapkan para UMKM khususnya di Solo merambah ke pasar luar negeri,” kata dia.

Baca : HAM-I Kecam Persekusi Terhadap Wartawan

Bendahara FK-IUMKM, Erviyani Kuswandani menerangkan, pendampingan hukum terkait UMKM akan menjadi misinya. Menurutnya beberapa pelaku usaha kecil masih kesulitan mengurus persoalan hukum saat transaksi kepada salah seorang konsumen.

“Pendampingan ini sangat penting, sasaran kami juga akan memberikan
mereka tempat menyelesaikan konflik saat terjadi sebuah persoalan hukum. Maka dari itu, salah satu organisasi ini dibentuk guna memberi keamanan anggota saat terjadi suatu masalah jual beli,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga mendeklarasikan komitmen FK-IUMKM untuk menjadi wadah dan memediasi anggota FK-IUMKM ketika terjadi sebuah persoalan. Selain itu dukungan dan optimisme disampaikan untuk membangun UMKM di Solo lebih siap menghadapi era teknologi 4.0. (ihm)

Simak : Sudimin Minta Waduk Cengklik Segera Dikeruk

 

Tinggalkan Pesan