Pemuda Muhammadiyah Klaten Kecam Teror Christchurch

selandia-baru

KLATEN – Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Klaten, Tugiran Annafi menyebut bahwa aksi penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu gagal diantisipasi oleh pemerintah Selandia Baru.
Hal itu mengingat, sebelumnya tersangka pelaku penembakan, Brenton Tarrant pernah menulis manifesto setebal 73 halaman untuk menyatakan aksinya tersebut. Menurutnya, hal tersebut seharusnya patut dicurigai dan diantisipasi oleh aparat keamanan negara, terutama pihak intelijen.
Tugiran Annafi sangat menyayangkan gagalnya antisipasi aksi teror yang menewaskan puluhan jamaah shalat Jumat di dua masjid. Dia menilainya sebagai sebuah keanehan, karena semua orang, terutama intelijen Selandia Baru mengetahui adanya manifesto tersebut.

Baca : Caleg Satu Dapil Boyolali ini, Jalin Kerjasama Meraih Kursi DPRD

“Semua orang tahu, tapi mengapa tidak ada upaya pencegahan dari pihak terkait. Aksi penembakan itu disiarkan langsung oleh si pelaku teror. Kejadian tersebut merupakan bukti nyata bahwa pemerintah New Zealand gagal melindungi warga negaranya,’’ ujar Tugiran Annadi.
Dia berharap Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Selandia Baru untuk segera melakukan koordinasi dengan pemerintahan setempat. Tujuannya tak lain untuk memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang berada di Christchurch.
“Saat ini, sekitar 331 Warga Negara Indonesia tinggal di Chirstchurch, dan 6 orang di antaranya menjadi korban aksi teror tersebut. Peristiwa ini mematahkan tudingan dari berbagai pihak yang selama ini mengaitan Islam sebagai agama teroris,’’ tegas dia.(MS)

Baca : Warga Kartasura Ngadirejo Tukar Sampah Dengan Uang

 

Tinggalkan Pesan