Begini Langkah UNS Kelola Potensi Hutan Bromo

kelola-hutan-bromo

SOLO,suaramerdekasolo.com -Universitas Sebelas Maret berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo. Sebab kini UNS berkewajiban penuh mengelola secara menyeluruh kawasan hutan tersebut. Dekan Fakuktas Pertanian UNS Dr Bambang Pujiasmanto mengemukakan, selain pengembangan potensi biofisik, KHDTK Gunung Bromo juga mendapat perhatian khusus dalam sektor ekowisata.
“Untuk mengoptimalkan pengelolaan Hutan Bromo, Fakultas Pertanian
mengadakan penyuluhan budidaya lebah madu di Desa Gedong dan Desa Delingan. Sebanyak 100 petani yang merupakan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tersebut,” katanya.
Dia mengemukakan, UNS berharap agar petani pengelola lahan di Hutan Bromo lebih produktif lagi. Tidak hanya mengelola hutan namun juga mengoptimalisasi penggunaan sumber daya hutan. Potensi dan peran penting KHDTK Gunung Bromo dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pengabdian masyarakat kali ini dilakukan di dua desa tersebut lantaran kini UNS berkewajiban penuh mengelola secara menyeluruh di KHDTK. Bambang menyebut 

Baca : Jadi SD Swasta Rujukan, Begini Kiat SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Baca : STIE AUB Surakarta Konsultasikan Perubahan Gelar ke LLDikti Jateng

“Apabila ke depan KHDTK Gunung Bromo dapat berkembang menjadi kawasan ekowisata, tidak hanya meningkatkan nilai tambah kawasan. Namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Bambang.Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, lanjut Bambang, meskipun hanya dilaksanakan sehari, itu bisa menjadi tahap awal yang baik dalam mendekatkan pihak kampus dan masyarakat.
Bambang mengungkapkan pengelolaan KHDTK Gunung Bromo diperuntukkan program studi (prodi) Pengelolaan Kehutanan di Fakultas Pertanian. Jika sudah berdiri Fakultas Kehutanaan, juga akan dibuka kampus untuk prodi Peternakan. Di samping untuk kegiatan penelitian terkait belajar mengajar.
“Kami sudah melakukan penelitian di sana, ada tanaman bambu tulup. Keberadaan bambu tulup ini yang akan jadi bahan penelitian selanjutnya,” sambungnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, lanjut Bambang, meliputi Forum Group Discussion (FGD) bersama LMDH, penyuluhan budidaya lebah madu, penyuluhan tanaman buah dan sayuran, dan pemberian bibit tanaman buah dan kayu.
“Harapannya masyarakat memiliki bekal dan wawasan untuk mengembangkan ide bisnis baru yang potensial dikembangkan.” (EK)

Baca : Pemusnahan Limbah Jarum Suntik Pemkot Tunggu Izin Kepolisian

 

Tinggalkan Pesan