Jadi SD Swasta Rujukan, Begini Kiat SD Muhammadiyah 1 Surakarta

2
91
muhammdiyah-ketelan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Makin banyak sekolah yang belajar mengenai manajemen pengelolaan sekolah pada SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Salah satunya adalah SD Islam Hidayatullah Banyumanik, Semarang
Humas SD Jatmiko mengemukakan, kedatangan rombongan yang beranggotakan 90 guru dan karyawan tersebut ingin melihat dari dekat sekolah yang ditunjuk Kemendikbud sebagai Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) sekolah Adiwiyata, sekolah peduli dan berbudaya lingkungan serta layanan peningkatan kualitas pendidikan.
Sebanyak 90 guru karyawan (gukar), komite sekolah berada dalam naungan Yayasan Abul Yatama di atas tanah seluas 8000 meter persegi melakukan studi banding ke versi Kemendikbud RI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terkait
“Ini bukan studi banding tetapi studi sanding atau belajar bersama menyandingkan dua hal yang tidak jauh berbeda. Kemudian kita ATM (amati, tiru, modifikasi), kami terus belajar, memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat dalam hal ini pada siswa, maju dan bersinar bersama,” ungkap Kepala Sekolah SDM 1 Ketelan Sri Sayekti.

Baca : STIE AUB Surakarta Konsultasikan Perubahan Gelar ke LLDikti Jateng

Baca : Empat Pesilat Siap Melawat ke Semarang


Sayekti menegaskan apa yang dilihat adalah hasil kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan mulai dari guru karyawan, siswa maupun orang tua.
“Semua hal kami lalukan bersama bergotong-royong sehingga menjadi Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya, Sekolah Rujukan serta dinobatkan The Most Favorite Elementary Islamic School In Quality Education Program of the year 2019 dari Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF). Yang muaranya menjadi destinasi tersendiri bagi warga sekolah lain,” paparnya.

Sekolah Adiwiyata

Menurut Kepsek SDI Hidayatullah Semarang Ratna Arumsari, kedatangan rombongan bertujuan belajar menjadi sekolah Adiwiyata. Mereka sama-sama ingin memajukan sekolah Islam.
“Kami ingin belajar dan sedang memimpikan sekolah Adiwiyata, dimulai dari sosialisasi, sistem, manajemen, tetapi juga belajar mengenai keramahtamahan, kerendahan dan ketulusan hati,” ujarnya.

Baca :Pemusnahan Limbah Jarum Suntik Pemkot Tunggu Izin Kepolisian

Dalam acara tersebut disambut dengan permainan gamelan yang disuguhkan para siswa yang menyuguhkn Lancaran Pendidikan Karakter, Lancaran Adiwiyata, dan Gangsaran 5. Juga disuguhkan tari sluku batok beserta gamelan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Solo Vokal Deen Assalam sekaligus peluncuran Kayon Adiwiyata.
Guru pembina karawitan Ki Agung Sudarwanto, mengatakan, dalam upaya pengembangan seni budaya pihaknya siap kolaborasi gelar Apresiasi Seni berupa karawitan, pedalangan dn tari di Semarang. Melalui Seni dan Budaya diharapkan mampu membentuk karakter generasi jaman millennial.
“Seni tradisi secara sadar atau tidak diibaratkan membius siswa dalam pembentukan budi pekerti, sopan santun, dan tata krama,” kata Agung yang meraih gelar S-2 dari ISI Surakarta. (EK)

Halaman: 1 | 2

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here