Warga Kartasura Ngadirejo Tukar Sampah Dengan Uang

Hari-Peduli-Sampah

*Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Memperingari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, warga Ngadirejo Kecamatan Kartasura menukarkan sampah dengan uang, Minggu (17/3). Untuk menarik warga agar mau menukarkan sampahnnya, Bank Sampah Induk Kopen Say Sukoharjo mempunyai cara unik.

Setiap warga yang menukarkan sampah menerima bibit tanaman jambu secara gratis dan kupon doorprize dengan berbagai hadiah yang sudah sediakan. Warga pun berbondong-bondong datang sambil membawa sampah non organik untuk di tukarkan.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sampah. Dengan penanganan sampah non organik yang sebelumnya menjadi masalah bisa menjadi berkah,” ujar Ketua Bank Sampah Kopen Say Sukoharjo, Suryono Arif Wijaya disela-sela kegiatan, kemarin.

Baca : Warga Dukuh Sepat Dirikan Kampung Jokowi

Baca :Hilang Kendali, Mobil Menabrak Pagar lalu Terguling

Sampah yang dibawah warga kesini itu bermacam-macam, ada botol air mineral, maupun kardus. Harga per kilonya berbeda-beda tergantung sampahnya, ada yang dihitung per biji ada juga yang per kilo, semakin banyak yang dibawa semakin banyak mendapatkan uang. Selain mendapatkan uang sesuai besaran sampah yang ditimbang, warga juga mendapatka bibit tanaman dan kupon doorprize.

“Ada sekitar 200 warga yang datang menukarkan sampah. Kita coba menarik warga dan mereka sangat antusias, ini biar di rumah itu tidak ada sampah yang ditimbun,” sambungnya.

Sampah yang terkumpul ini nantinya akan dipilah-pilah. Mana yang bisa dijadikan kreasi dengan dibuat kerajinan oleh warga dan mana yang tidak. Sampah yang tidak dipakai itu akan di jual lagi ke pengepul sampah yang sengaja di undang dalam kegiatan ini, jadi langsung bersih tidak ada sampah yang tersisa.

Kegiatan ini tidak hanya berlangsung hari ini saja tapi berlanjut. Karena tiap-tiap RT di Ngadirejo itu punya bank sampah, hanya itu sistemnya menabung dan uang bisa diambil setelah beberapa lama.

“Kita pilah-pilah lagi sampah yang di tukarkan warga ini. Jadi kita manfaatkaan, kalau sampah organik kita olah menjadi pupuk kompos dengan alat yang sudah ada,” terang dia.

Sementara itu Lurah Ngadirejo, Tri Wahyudi mengatakan warga himbau untuk datang di acara ini sambil membawa sampah yang di tukarkan dengan uang. “Jadi sampah ditimbang langsung dibayar di tempat. Lewat ini juga untuk menghijaukan wilayah Ngadirejo, karena warga juga mendapatkan bibit tanaman jambu,” imbuhnya.(AW)

Baca :Ahli Waris Pindahkan Lima Makam di TPU Bendungan

 

Tinggalkan Pesan