Dikawal Kejaksaan, Dana Desa Jadi Ujian Kades Baru

dana-desa-karanganyar

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Ada dana desa sebesar Rp.449 miliar di Jateng pada tahun ini, yang akan diterima kades baru, termasuk kades Karanganyar. Dana tersebut jangan dianggap berkah untuk diri sendiri, namun malah menjadi ujian bagi kades baru dalam melayani masyarakat. Kejaksaan akan mengawal ketat dana desa itu, termasuk membuka diri jika ada kades yang perlu berkonsultasi agar penggunaannya tepat sasaran.

“Jangan sembarangan, petugas kejaksaan sangat paham kapan menangani kasus dana desa itu secara bijak, kapan harus tegas secara preventif, kapan hanya diingatkan. Yang jelas petugas tidak mau lagi ada alasan kades tidak tahu aturannya. Kades harus paham semua masalah,’’ kata Suhartoyo, Kepala Kejari Karanganyar saat orientasi kades baru se Karanganyar, Senin (18/3).

Ada 145 kades baru yang akan dilantik pada Kamis lusa. Sebelum dilantik mereka menerima pembekalan dari Kajari, Dandim Letkol Inf Andi Amin, Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy dan juga Bupati Juliyatmono tentang apa-apa yang harus dipersiapkan setelah dilantik kades.

 

Baca : Ahli Waris Pindahkan Lima Makam di TPU Bendungan

Baca : Kunjungan ke Karanganyar, Puan Serahkan Bantuan Senilai Rp 3,5 Miliar

Dalam kesempatan itu Kajari mengatakan, ada tujuh tertib yang perlu disiapkan agar perjalanan kades selamat selama menjabat, dan tidak ada masalah hukum yang menjerat. Yakni tertib administrasi, tertib kerja, tertib alat, tertib kepegawaian, tertib anggaran, tertib perencanaan dan tertib moral. Dandim Letkol Inf Andi Amin menambahkan perlunya kades merangkul semua orang, bahkan harus dimulai dari orang atau kelompok yang kurang mendukungnya. Justru orang ini harus diutamakan untuk diajak kerjasama dalam membangun. Sebab suara dia justru akan memberikan sisi kelemahannya.

Kajari menguraikan satu persatu. Tertib administrasi seluruh bukti administrasi yang diperlukan sesuai perundangan harus ada dan siap jika sewaktu-waktu diperiksa. Jangan sampai kades beralasan tidak pernah tahu ada surat di mejanya yang tidak ada dasar hukumnya.

‘’Zaman sekarang kades masih bisa bilang tidak tahu kalau ada aturan yang mengatur sesuatu, sungguh terlalu. Petugas tidak bisa dikelabuhi dengan alasan tersebut. Kades mesti teliti dan secararasi ada dasar hukumnya,’’ kata Suhartoyo. (JDH)

Baca : Lawan Hoaks Lewat Foto

 

Tinggalkan Pesan