Monitoring Siswa, Guru SMAN 2 Boyolali Tempuh Jarak 40 km

3
23
kunjungan-siswa

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com- Program Belajar mulai pukul 18.00-21.00 digarap dengan serius oleh guru-guru di SMAN 2 Boyolali. Setiap siswa tingkat akhir yang butuh dimonitoring kegiatan belajar mengajarnya didatangi di rumah satu persatu. Para guru ini kemudian melakukan dialog kepada siswa berikut orang tua atau wali murid.
Wakasek Humas SMAN 2 Boyolali Idha Priyati mengungkapkan, seluruh dilibatkan dalam program yang sudah dihelat dua kali ini.
“Guru-guru yang tempat tinggalnya berdekatan dengan siswa bisa langsung melakukan monitoring langsung pada jam belajar. Bagi siswa yang rumahnya jauh tetap dikunjungi,” katanya.
Seperti salah satu murid yang rumahnya yang terpencil di pedesan atau pegunungan. Guru yang mendapatan tugas pengawasan tetap menjalakan kewajiban itu sebaik-baiknya.

Baca : Hujan Deras, Lereng Merapi Longsor

Baca :Sudimin Minta Waduk Cengklik Segera Dikeruk


“Seperti Pak Guru Slamet, beliau melakukan monitoring sampai ke daerah poncot (terpencil) dengan jarak kurang lebih 40 km sehingga terpaksa monitoring dilakukan pada sore hari,” paparnya.
Pada tahun ini sebanyak 337 siswa kelas XII dimonitoring secara sekesama oleh pihak sekolah dan orang tua mulai pukul 18.00-21.00. Selama durasi jam itu, siswa harus dipastikan memaksimalkan waktunya di rumah dan tentunya sedang belajar.
“Kegiatan ini sudah difektifkan Senin (4/3), seluruh ibu guru dibagi dalam beberapa tim sesuai dengan tempat tinggal siswa. Perkelurahan di wilayah kota, dan perkecamatan di luar kota,” paparnya.

Gerakan literasi

Suyanta mantan Kasek SMAN 2 Boyolali sekaligus penggagas gerakan 18.21 menuturkan monitoring ini sangat vital dilakukan untuk mengetahui secara langsung dan tatap muka kegiatan siswa.
“Gerakan ini sangat baik karena mengarahkan siswa untuk belajar dan membaca. Dengan begitu siswa lebih terarah dan bisa menguasi bahan pelajaran di sekolah sebelum mengikuti ujian sekolah,” terangnya. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menegaskan gerakan ini juga amat menunjang kegiatan literasi dan menjauhkan siswa dari televisi, HP pintar saat jam belajar di rumah. (BS)

Baca : Pendekar Diminta Jaga Suasana Sejuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here