Teknologi Informasi Harus Dukung Pelestarian Seni Budaya

kuliah-umum-puan

SOLO suaramerdekasolo.com – Menghadapi era industri 4.0, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta perlu menyiapkan mahasiswanya, selain mempunyai kemampuan akademik yang baik, juga memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Dengan demikian, lulusan ISI selain terampil dalam bidang seni, juga terampil dalam menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi.
Hal itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK), Puan Maharani saat menyampaikan Kuliah Umum di Gedung Teater Besar Umardani Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
“Visi ISI Surakarta, adalah menjadi perguruan tinggi seni berbasis kearifan budaya nusantara yang berkelas dunia. Oleh karena itu, selain membangun sisi keterampilan dan keahlian, ISI Surakarta, diharapkan juga dapat memperkuat komitmen untuk membangun ketahanan budaya bangsa berbasiskan budaya nusantara,” kata Puan.

Baca : Begini Langkah UNS Kelola Potensi Hutan Bromo

Baca : Jadi SD Swasta Rujukan, Begini Kiat SD Muhammadiyah 1 Surakarta


Dikemukakan, nilai-nilai dalam seni budaya memiliki dinamika yang dapat memberikan peluang sekaligus tantangan. Tantangan yang dihadapi seni budaya saat ini adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai luhur seni budaya dalam menghadapi nilai-nilai seperti nilai komersial, nilai kepraktisan, nilai fungsional, dan lain sebagainya.
Dikemukakan, seni adalah keahlian untuk membuat karya memiliki nilai keindahan. Seni tidak dapat dilepaskan dari budaya. Karena nilai-nilai keindahan selalu berakar dari budaya masyarakat.

Keragaman seni budaya

Menko PMK juga menyampaikan, bahwa seni budaya juga merupakan produk dari zamannya. “Dan saat ini kita berada di era digital dan teknologi, sehingga keindahan gerak, keindahan suara, keindahan visual, dapat dibuat sedemikian beragam dengan berbagai teknik berbasiskan teknologi. Sebagai contoh, film animasi dengan teknologi dapat memadukan seni lukis, seni gerak dan seni audio, menjadi film,” jelasnya.
Menurut Menko PMK, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, terdiri dari 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 bahasa, memiliki keragaman seni budaya. Maka dari itu, berbagai berbagai karya seni yang dihasilkan memiliki ciri khas dan berbeda disetiap daerah. Seni gamelan contohnya, walaupun pada dasarnya sama namun antara gamelan Jawa Tengah dengan gamelan Jawa Timur memiliki perbedaan yang menjadi ciri khas masing-masing.
“Begitu juga seni membatik, seni menenun, seni tari, seni lukis, seni pahat, seni kuliner, dan sebagainya memiliki kekhasan budaya di setiap wilayah Nusantara,” jelas Menko PMK.
Dalam kuliah umum tersebut hadir pula Anggota DPR-RI Bambang Wuryanto dan Agustin Wilujeng, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya beserta istri, anggota senat ISI, serta para civitas akademika ISI Surakarta.(EK)

Baca : STIE AUB Surakarta Konsultasikan Perubahan Gelar ke LLDikti Jateng

Tinggalkan Pesan