Dekan Suez Canal University Mesir Beri Kuliah Umum di UMS

Suez-Canal-University

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Suez Canal University Ismaili Egypt berbagi ilmu dalam pengelolaan pariwisata dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (19/3). Di hadapan jajaran petinggi dan mahasiswa UMS, Dean of the Faculty of Tourism and Management Hotel Suez Canal Univesity, Ismaili Egypt, Prof Dr Nadia Hussein Ahmed Maher menyampaikan jika Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang cukup banyak.

Menurutnya, ada hubungan yang sangat kuat antara Indonesia dengan Mesir dan itu sejak tahun 1945. Kemudian adanya hubungan antara keduanya dan ditandangani Mesir dengan Indonesia tahun 1947. Ini belum lagi hubungan rakyat Indonesia dengan rakyar Mesir yang sudah terjalin cukup lama, lalu jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Itu menunjukan adanya hubungan yang kuat tentang keberadaan manajemen, perindustrian dan periwisata. Namun demikian pengembangan industri masih lemah,” imbuh dia dalam kuliah umum internasional di Gedung Siti Walidah UMS, Selasa (19/3).

Baca : UTP Gandeng IASA, Saatnya Perguruan Tinggi Hasilkan Lulusan Spesifik

Baca : Teknologi Informasi Harus Dukung Pelestarian Seni Budaya

Indonesia itu memiliki pariwisata yang sangat banyak. Dengan jumlah ini bisa membawanya layak menjadi Negara pariwisata terbesar di dunia. Dia, menilai ada masalah dalam pribadi dan ini bukan masalah politik atau ekonomi. “Itu berkaitan dengan masalah pemikiran, wawasan budaya, keyakinan, maupun kewenangan seseorang. Secara sederhana bisa di ungkapan masalah bagaimana berinteraksi dengan jaman sekarang.

“Saya tidak mengikari bahwa penting tentang ekonomi dan politik. Namun saya ingin menjelaskan, bahwa kita bisa menyelesaikan masalah itu dengan mengandalkan manajemen seseorang,” terang dia.

Baca : STIE AUB Surakarta Konsultasikan Perubahan Gelar ke LLDikti Jateng

Dijelaskan, jika pariwisata bisa menopang ekonomi suatu Negara dan itu telah dibuktikan banyak Negara di timur tengah. Bahkan sejumlah Negara di dunia yang tidak memiliki objek wisata dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi. Di Malaysia itu kenapa banyak dikunjungi wisatawan jika dibandingkan ke Indonesia yang punya pariwisata luar biasa, padahal disana itu pariwisata sedikit dan hanya wisata belanja.

Sementara itu Rektor UMS, Dr Sofyan Anif berharap terjalin kerjasama dengan Suez Canal University Ismaili akan ditingkatkan dalam bidang tourism. “Turis asing timur tengah yang paling banyak itu berasal dari Indonesia. Begitu pula orang-orang di timur tengah juga sangat suka datang ke Indonesia, maka perlu dikembangkan kerjasama yang lebih dinamis,” pungkas dia. (Ari Welianto)

Baca : Begini Langkah UNS Kelola Potensi Hutan Bromo

Tinggalkan Pesan