Menangguk Rejeki dari Rica-rica Bekicot

rica-bekicot-sragen

SUDAH hampir setahun ini, Rafka Fernando warga Dusun Ngasem RT 12, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, memiliki pekerjaan sebagai penjual rica rica bekicot khas Sragen. Setiap harinya, dia menggelar dagangannya di Timur Taman Edu Park Gemolong. Dari aktifitasnya ini, Rafka mampu menjual 300-400 bungkus rica-rica bekicot dengan harga Rp 2.000 setiap bungkusnya.
“Rica-rica bekicot ini banyak yang suka karena rasanya gurih dan enak. Untuk mencarinya juga masih gampang dan mudah,” kata Rafka. Dia mengaku, mendapat ide berjualan rica-rica karena sudah tidak lagi bekerja di sebuah proyek di Masaran. Bekicot dia dapatkan dengan cara nyuluh atau berburu setiap malam sampai dinihari. Biasanya dia berangkat pukul 20:00 sampai 02:00 dan dia mencari di sawah maupun di kebun-kebun sayuran milik warga. Usai nyuluh, bekicot-bekicot yang dia dapatkan di bawa ke rumah.

Agar menjadi rica-rica yang enak, gurih dan renyah, proses memasaknya dia serahkan kepada Leny Aini (22), isterinya. “Semua bumbu rica-rica, isteri saya yang membuat,” katanya.

Baca : Berpetualang Jelajahi Tanah Nenek Moyang

Baca : Pesona Air Terjun Surgawi

Dalam proses membuat rica-rica bekicot ternyata memerlukan waktu yang cukup lama. Mulai merebus dengan air mendidih, selama satu jam, lalu di angkat dan didiamkan kurang lebih 20-30 menit. Setelah itu bekicot langsung di ambil daging lembutnya.

Daging yang di pilih tersebut selanjutnya di cuci dengan air bersih hingga lendir yang ada di daging bekicot hilang. Setelah itu disiapkan bumbu-bumbunya, seperti merica, cabe Jawa, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, garam, penyedap rasa, minyak goreng, kecap manis dan gula Jawa. “Semua bumbu yang disiapkan itu lalu ditumbuk di cobekan. Selanjutnya daging dan bumbu rempah-rempah tersebut di masak bersamaan di panci pengorengan dengan api ukuran sedang,” tutur Rafka.
Setelah dimasak selama kurang lebih 40 menit, rica-rica bekicot lalu diangkat dan di bungkus kecil-kecil dengan kertas makanan. Setelah dibungkus, siap dipasarkan di beberapa daerah seperti Tanon, Gemolong, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gawan, Sidoharjo, Plupuh, Kalijambe, Masaran, Sragen Kota dan daerah lainnya.

rica-bekicot-sragen2
Rica-rica dijual ke kampung dengan sepeda motor

Baca : Warga Kartasura Ngadirejo Tukar Sampah Dengan Uang

“Setiap hari, selain dijual sendiri biasanya sudah ada yang pesan juga,” kata Rafka. Menurut dia, karena rasanya yang enak dan gurih serta harganya yang murah, barang jualannya biasanya selalu habis. “Saya buka sejak pukul 15:00, jualannya selalu lancar, senang sekali rica-rica bekicot masakan istri saya disukai pembeli,” tandasnya. Para pembeli, paling sedikit membeli langsung lima bungkus, paling banyak sekali beli ada yang 30-50 bungkus.
Dia mengaku tidak ada resep khusus dalam proses pengolahan daging bekecot. Semuanya berdasar rempah-rempah yang menjadi bumbunya. Dia juga berharap agar masakan rica-rica bekicot buatannya bisa terus dinikmati masyarakat dan usahanya ini bisa terus berkembang. (Basuni H)

Baca : Pendekar Diminta Jaga Suasana Sejuk

Tinggalkan Pesan