RSPD Ambil Bagian dalam Pelestarian Budaya

Wahyudi-Martono

SELAMA ini, Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) menjadi sarana mensosialisasikan program-program, kebijakan dan kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Klaten. Tak hanya itu, RSPD ternyata juga memberikan ruang yang cukup dalam upaya pelestarian budaya tradisional.
Menurut Kepala Bagian Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, sudah ada jadwal penyiaran agenda budaya secara rutin. Semua itu, bertujuan agar seni tradisi tetap mendapat tempat di hati masyarakat Klaten, selain itu akan terus ada regenerasi di kalangan pelaku seni di Klaten.

Baca : Rawa Jombor Pusat Peringatan Hari Air Jateng

‘’Kami ada agenda siaran budaya rutin. Setiap malam Selasa Kliwon ada wayangan dalang tua diawali dalang anak. Malam Jumat Legi ada ketoprak, setiap Rabu siang ada siara karawitan. Setiap malam Minggu ada seteran bowo roso, malam Jumat ada macapat,’’ kata Wahyudi Martono, Selasa (19/3).
Untuk memberikan ruang bagi pemain ketoprak di kalangan generasi muda, RSPD mengagendakan ketoprak lesehan pelajar bagi para alumni pemain Festival Ketoprak Pelajar (FKP) setiap Minggu siang, dua minggu sekali. Setiap malam Sabtu ada siaran laras madya dan beberapa acara lainnya.
‘’Setelah punya gamelan, setiap paguyuban karawitan yang ada di wilayah Kabupaten Klaten ingin ambil bagian dalam siaran langsung sehingga petugas sampai kewalahan dalam mengatur jadwal. Untuk itu, kami utamakan untuk memberi kesempatan kepada kelompok pemula terlebih dahulu,’’ ujar Wahyudi Martono.

Baca : Pemuda Muhammadiyah Klaten Kecam Teror Christchurch

Dia menegaskan bahwa RSPD Klaten tetap berupaya untuk konsisten dalam ikut serta dalam pelestarian budaya di Kabupaten Klaten. Upaya itu ternyata mendapat sambutan hangat dari para pegiat seni, karena mereka mendapatkan sarana untuk menyalurkan bakat dan minat pada seni.
Selain mengelola suara radio pemerintah daerah, RSPD juga mengelola sejumlah aset seperti Gedung Sunan Pandanaran yang berada di komplek RSPD, di sebelah barat alun-alun Klaten. Gedung itu sering digunakan untuk berbagai acara pemerintah, swasta dan perorangan.
‘’Untuk tahun 2018 kemarin, target pendapatan RSPD ditetapkan sebesar Rp 185 juta. Alhamdulillah, akhir tahun 2018 lalu berhasil terealisasi sebesar Rp 340 juta lebih. Pendapatan itu berasal dari persewaan gedung Sunan Pandanaran, iklan dan sponsor,’’ ujar Wahyudi.(Merawati Sunantri)

Baca : Wawan Jadi Kades Termuda Karanganyar, Siap Berguru ke Senior

 

Tinggalkan Pesan