Wawan Jadi Kades Termuda Karanganyar, Siap Berguru ke Senior

Wawan-Tohari

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Wawan Tohari, demikian pria ini biasa dipanggil. Dia salah satu dari Sebanyak 145 Kades di Karanganyar yang terpilih dalam pilkades Pebruari lalu. Saat mengikuti pembekalan untuk mendapatkan materi orientasi kerja menjelang pelantikannya, dia tampak serius menyimak pemaparan Kajari, Dandim, Kapolres, dan Bupati.

Dia menjadi salah satu diantaranya peraih suara sah terbanyak di Pilkades di Suruhkalang, Jaten. Dan sekaligus menjadi Kades termuda. Tekadnya itu akan menjadi sarana mengabdi pada nusa dan bangsa. ‘’Saya tak segan belajar dari para senior agar pengelolaan pemerintahan desa semakin bagus,’’ kata dia kepada suaramerdekasolo.com.

Ini pertama kali dia nyalon, dan menang, karena dukungan besar masyarakat yang memberi amanah padanya. Tentu banyak hal yang belum dia mengerti. Sehingga, dia butuh bertanya dan belajar ke para senior. Tentu tidak ada kata malu atau gengsi. Ini demi desa yang akan dia pimpin nanti. Karena itu dia menyimak baik paparan para pejabat di Karanganyar itu, saat di aula DPUPR Karanganyar, Senin (18/3).

Baca : Dikawal Kejaksaan, Dana Desa Jadi Ujian Kades Baru

Baca : Monitoring Siswa, Guru SMAN 2 Boyolali Tempuh Jarak 40 km

Pria kelahiran Karanganyar, 28 tahun silam ini mengaku banyak pelajaran bermanfaat dari para narasumber di kelas orientasi kerja. Terutama integritas yang harus diterapkannya sebagai pemimpin di desa. Kemudian, memberi contoh baik bagi perangkat desa maupun di masyarakat. Ia tak menampik masyarakatnya masih terkotak-kotak usai Pilkades.

Karena itu dia setuju pendapat Dandim Letkol Inf Andi Amin yang meminta agar merangkul masyarakat yang tidak mendukungnya. Dia akan melakukan itu dengan merangkul semua kubu itu agar menyatu kembali. Pada Pilkades Suruhkalang, empat orang maju sebagai calon Kades, termasuk petahana, dan masyarakat memilihnya sebagai kades.

“Untuk itu semua, saya tidak main-main untuk melakukan persiapan. Tidak main-main, saya harus bersiap betul agar terpilih sebagai kades. Orangtua banyak menuport. Mulai tiga bulan sebelum pendaftaran sudah bergerak, dengan menemui para tokoh di desa.

Baca : 120 Grab Airport Siap Layanan Penumpang Bandara

Hadir setiap kali acara, misalnya kerja bakti maupun takziah. Meski sudah begitu, perjalanan tidaklah mulus. Bahkan malam sebelum coblosan, pergerakan massa dari lawan sangat gencar. Saya cukup pasrah saja dan berdoa,” kata lulusan UMS berstatus sarjana hukum ini.Yang jelas kuncinya SLJ (sambang, layat dan jagong untuk menemui masyarakat, agar bisa menyerap aspirasi mereka, digunakan untuk masukan. Dan itu pula yang akan dilakukannya nanti saat memimpin. Dia rencananya akan dilantik Kamis (21/3/2019) mendatang.(JDH).

Simak juga : Tragis, Bermain di Kubangan Bekas Tambang, 3 Bocah Tenggelam

 

Tinggalkan Pesan