Buntut Logo Dicatut Jadi Kalender Capres, Pemkab Lapor Bawaslu

kalender-paslon

SRAGEN ,suaramerdekasolo.com – Logo Pemerintah Kabupaten Sragen dicatut dalam kalender kampanye bergambar calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Pemkab Sragen bereaksi dan melaporkannya kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen. Laporan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto dan didampingi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Heru Martono, pada Selasa (19/3).
Seusai melapor ke Bawaslu, Sekda menyayangkan adanya logo Pemkab Sragen yang ada di kalender itu, yang mengarahkan dukungan pada paslon tertentu. ”Kami melaporkan hal ini ke Bawaslu. Kami harap agar kalender ini dapat ditarik kembali,” tandas Sekda. Dia mengaku mendapati kalender tersebut sudah diletakkan di meja kerjanya pada Senin (18/3) pagi, namun tidak tahu darimana berasal.
Pihaknya menyampaikan langkah yang diambil ini agar tidak ada kesalahpahaman Pemkab Sragen mengeluarkan kalender semacam itu. Selain itu pihaknya menghindari anggapan bahwa pemkab Sragen mendukung paslon tertentu. ”Kami mohon pada tim pemenangan paslon untuk menarik,” jelasnya. Pemkab juga menyerahkan proses selanjutnya kepada Bawaslu Sragen.

Baca : KPU Sukoharjo Kerahkan 180 Tenaga Pelipat Surat Suara

Baca : Program Jokowi-Ma’ruf Amin Bakal Disosialisasikan dari Kampung ke Kampung

Ketua Bawaslu Dwi Budhi Prasetyo menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari Sekda Sragen, terkait beredarnya kalender itu. Pihaknya menjelaskan akan mengklarifikasi dari pelapor, saksi maupun terlapor yakni Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Sragen. Ia mengatakan terlapor dalam kasus itu adalah tim pemenangan Prabowo-Sandi Sragen karena di dalam kalender itu mencantumkan gambar paslon Prabowo-Sandi. ”Kalau dari kalender ini terlapornya dari tim BPN Prabowo-Sandi 02, jadi nanti ketua atau sekretarisnya akan kami minta keterangan,” katanya.
Menurut Budhi, jika mereka tidak mengakui terkait pencantuman logo di kalender itu, artinya dimungkinkan ada oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab dan memperkeruh suasana.
Sekretaris BPN Prabowo-Sandi Sragen sekaligus Ketua DPD PKS Sragen Idris Burhanudin ketika dikonfirmasi wartawan, mengaku tidak tahu asal ribuan kalender tersebut. Dia menyampaikan dari BPN tidak membuat atau mengeluarkan kalender semacam itu. ”Kami pastikan itu bukan dari kami sebab kami tidak membuat kalender seperti itu,” tegasnya. Idris juga mengaku siap bila dipanggil oleh Bawaslu Sragen untuk dimintai keterangan terkait hal iu. (Basuni)

Baca : Caleg Satu Dapil Boyolali ini, Jalin Kerjasama Meraih Kursi DPRD

Tinggalkan Pesan