KKP Dorong Peningkatan Produksi Benih Ikan

kkp-boyolali

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong upaya peningkatan produksi ikan nasional. Salah satunya dengan menambah balai benih ikan.
Dirjen Budidaya Perikanan dan Kelautan KKP, Slamet Subiyato, saat memberikan bantuan modal dan peralatan budidaya ikan air tawar di Boyolali, Rabu (20/3) mengatakan, daerah bisa membantu penyediaan lahan, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari.
“Nanti kami bangun fasilitas pendukungnya,” ujar Dirjen KKP

Baca : Difasilitasi Madinah Iman Wisata, 350 Jamaah Diterbangkan ke Tanah Suci

Dijelaskan, selain untuk ketahanan pangan, peningkatan produksi ikan juga untuk keperluan ekspor. Produksi ikan air tawar, diantaranya ikan lele, gurame, dan patin. Produksi tersebuts udah diekspor ke mancanegara.

“Kebanyakan ke kawasan Eropa, Timteng dan Amerika dalam bentuk beku ataupun segar.”

Diakui, tiap tahun ada peningkatan produksi ikan air tawar meski saat ini tingkat produksinya belum mencukupi. Indikatornya, misal harga ikan masih cukup mahal, seperti harga lele sebesar Rp 20 ribu/kg dan nila Rp 30 ribu/kg.

Untuk meningkatkan produksi, pihaknya pun mengoptimalkan produksi benih dengan memaksimalkan balai benih yang sudah ada, salah satunya dengan peningkatan eselon balai milik KKP. Antara lain, balai benih ikan di Karang Asem, Bali, Serang, Banten, serta Balai di wilayah Indonesia Timur.

Baca : Dukuh Ngepreh Dibal Bakal Dibangun RTH Senilai Ratusan Juta Rupiah

Pasalnya, selama ini, produksi benih lebih banyak mengandalkan balai benih milik pemerintah daerah. “Tahun ini kita juga menyebar bantuan 200 juta benih ke masyarakat, sekitar 30 persennya sudah terdistribusi.”

Khusus untuk di Boyolali, pihaknya menyambut baik adanya usulan pembangunan balai benih ikan air tawar milik KKP di Boyolali. Terlebih dalam klasifikasi KKP, Boyolali termasuk wilayah minapolitan maju berklarifikasi A atau yang tertinggi. Pembangunan balai benih ini diperlukan untuk mensuplai kekurangan benih di Boyolali, dimana dari kebutuhan sekitar 300 juta benih/tahun, masih ada kekurangan sebanyak 140 juta benih/tahun.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Juwaris menambahkan, pihaknya terus berupaya menggenjot produksi benih ikan di Tlatar. Saat ini, masih banyak petani ikan lele yang mengandalkan pasokan dari luar daerah. (Joko Murdowo)

Baca : Monitoring Siswa, Guru SMAN 2 Boyolali Tempuh Jarak 40 km

Tinggalkan Pesan