Perolehan Dana Baznas Karanganyar Terus Melorot

1
baznas-karanganyar

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Perolehan dana zakat warga Karanganyar terus melorot, khususnya yang disalurkan lewat Baznas. Setelah bulan Februari lalu hanya terkumpul Rp.847 juta, maka Maret hanya terkumpul Rp 854 juta.

Wakil Ketua Baznas bidang perolehan dan pentasyarufan dana Abdul Muid mengatakan, di awal-awal bulan biasanya kegairahan membayar zakat memang agak kurang. Namun dia yakin zakat akan bisa mencapai target Rp 18 miliar sesuai arahan Bupati.

’’Saat ini banyak yang belum setor, misalnya yang besar dari Kantor Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, purnawirawan, yang masih dalam proses dipungut oleh UPZ (unit pengumpul zakat). Jadi setorannya terlambat, karena biasanya di akhir bulan, ini baru tanggal 20 digelar sarasehan karena dibarengkan Isra Mikraj,’’ kata dia, Rabu (20/3).

Baca : Wedangan, Danrem Kenalan Dengan Forkompimda Karanganyar

Namun dilihat trend-nya memang ada penurunan karena biasanya meski di awal bulan atau tahun, perolehan dana zakat tidak sampai hanya sekitar Rp 800-an juta. Kalau dirata-rata maka seharusnya mendekati atau sedikit di atas Rp 1 miliar.

Dia optimistis saat lebaran nanti biasanya pembayar banyak, bersatu dengan muzakki yang biasa membayar tahunan dan muzakki yang biasa membayar rutin setiap bulan dipotong gaji secara langsung. Ada gaji ke-13 juga, ada THR juga.

Selain itu memang mulai Pebruari ada kebijakan seluruh aparatur sipil nasional provinsi harus membatar lewat Baznas Jateng, sehingga guru SMK dan SMA se Jateng membayar lewat Baznas Jateng. Yidak lagi masuk rekapan Baznas Karanganyar.

Baca : Makam Bendungan Ambrol Dampak Bangun Jalan Tanpa Perbaiki Saluran

Namun Pejabat Sekda Karanganyar Sutarno mengatakan, paling lambat akhir April atau pada pembayaran Mei, akan da tunjangan penghasilan pegawai (TPP) yang dibayarkan lebih cepat setelah ada penundaan  karena perubahan sistem pembayaran TPP ASN Karanganyar.

‘’Pak Bupati meminta TPP diubah caranya, ada honor statis dan ada honor dinamis sesuai kegiatan, sehingga ada keadilan karena yang kegiatannya banyak dipastikan menerima lebih banyak, bukan seperti sistem honor saat kemarin,’’ kata Sutarno.

TPP tersebut dimungkinkan bisa menjadi pengganti hilangnya zakat guru-guru SMK dan SMA yang dialihkan ke provinsi karena kebijakan Gubernur. Dari TPP yang dialokasikan Rp 140 miliar tersebut dana zakat dipastikan naik.(Joko DH)

Baca : Ini Pesan Kajari bagi Cakades Baru Soal Pengelolaan Dana Desa

Tinggalkan Pesan