Popda Jateng Tingkat SMP Berhasil Raih Satu Emas

karate-solo2

-Karate Penuhi Janji

SOLO – Tim karate SMP Solo memenuhi janji meningkatkan raihan prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Jateng 2019. Empat karateka pelajar Kota Bengawan itu merebut sekeping medali emas, satu perak dan satu perunggu pada pertarungan GOR Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Selasa (19/3).

‘’Pada Popda tahun lalu, karate hanya meraih sekeping perunggu. Namun perolehan tahun ini meningkat jadi satu emas, satu perak dan satu perunggu. Jadi target kami meningkatkan raihan Koa Solo, terpenuhi,’’ kata pelatih karate Popda SMP Solo, Agus Muazamil, Rabu (20/3).

Satu-satunya medali emas tim Kota Bengawan diraih Luvena Milano di arena kumite -50 kg putri. Karateka remaja andalan Solo tersebut menang atas atlet Salatiga, Fida Andriana dalam duel pamungkas.

Baca : Dua Pemain yang Absen Masih Berpeluang

Namun sukses Luvena tidak diikuti kompatriotnya,  Agmarina Nurin Izzati. Nurin mendapatkan perak setelah dikalahkan Arin Bentang Zera dari Banyumas pada pertarungan di babak final kumite -45 kg putri.

Seorang Gagal

Sementara itu medali perunggu digenggam Ilyas Hari dari nomor kata perorangan putra. Medali emas dan perak nomor keterampilan jurus tersebut disabet atlet kontingen Pati dan karateka Grobogan.

Sebenarnya ada empat atlet pelajar SMP dari Solo yang lolos fase kualifikasi eks Karesidenan Surakarta dan dikirimkan ke Semarang. Satu-satunya atlet yang gagal merebut medali adalah Ramadhani Faizal yang tampil di arena kumite kelas -55 kg. Dia gagal menebus tiga besar dalam ajang rutin tahunan tersebut.

Baca :Sepak Bola Celebral Palsy Saring 14 Pemain

‘’Pesaingan memang sangat ketat. Kekuatan daerah-daerah hampir merata. Tim Grobogan yang dominan sebagai peraih medali terbanyak saja, hanya mendapatkan dua medali emas,’’  ujar Agus.

Secara umum, dia mengevaluasi kelemahan para karateka SMP Solo yang bertarung di Semarang, terutama pada faktor mental yang kurang gigih dalam memburu gelar juara. Dia mencontohkan, pertarungan final kumite -45 kg putri.

‘’Nurin pada pertandingan itu sebenarnya pengumpulan nilainya lebih tinggi. Namun pada detik-detik terakhir ternyata melakukan pelanggaran, sehingga nilainya dikurangi,’’ ungkap Agus.(Setyo Wiyono)

Kunjungi link : Mengincar Tiga Besar di Kota Lumpia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here