145 Kades Dilantik, Fokus Turunkan Kemiskinan

kades-dilantik-kra

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 145 kepala desa di Karanganyar resmi dilantik. Mereka diambil sumpahnya oleh rohaniwan, di pendapa rumah dinas, di depan Bupati Juliyatmono. Dia meminta setelah resmi dilantik, para kades langsung bekerja, dan fokus untuk menurunkan angka kemiskinan yang ada di Karanganyar.

‘’Saat ini angka kemiskinan di Karanganyar masih 13 koma, dan saya berharap secara bertahap menurun angkanya sampai di bawah 10 persen, kemudian target saya saat akhir jabatan sudah tinggal di bawah 5 persen atau bahkan tinggal 1 persen.

Semua saja harus berkomitmen untuk itu. Sebab kemiskinan ada di wilayah desa dan kecamatan, harus disisir by name dan by addrese dari penduduk yang miskin sehingga jelas apa yang dilakukan kepada mereka dengan sarana dan prasarana yang ada.

Baca : 469 Siswa Semaba PK TNI AU Dilantik

Baca :Wedangan, Danrem Kenalan Dengan Forkompimda Karanganyar

Setiap kades pada hari besok sudah bisa memulai itu, jangan lagi berleha-leha untuk itu. Awal April sudah  akan ada bimbingan teknis kepala desa untuk memulai bekerja, apa saja yang bisa dimulai pembenahan sehingga semuanya fokus dalam masalah yang sama.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengatakan, permasalahan di seluruh desa harus sudah tuntas, semuanya sudah bisa disatukan, guyup dan rukun, tidak ada lagi pihak-pihak yang berseberangan karena semuanya sudah final. Dan untuk itu kades terpilih dan sudah dilantik harus bisa menyatukan mereka untuk bekerja sama.

‘’Harus sudah selesai, apapun yang terjadi sudah saatnya bersatu lagi, semuanya dirangkul untuk bekerja sama menghadapi kemiskinan yang ada. Saatnya kemiskinan itu menjadi musuh bersama dan harus turun,’’ kata dia.

Klausul gugatan

Bupati mengatakan, masalah pertama yang akan diselesaikan di samping menyisir kemiskinan adalah, sampah harus sudah bisa diselesaikan di tingkat desa. Entah bagaimana caranya, harus sudah tidak ada yang mengeluhkan soal sampah tersebut. Bisa dibuat pupuk, bisa dibuat minyak, atau bahan bakar seperti yang dilakukan di Buran, dan lainnya. Yang penting sampah tuntas di tingkat desa.

Baca : Perolehan Dana Baznas Karanganyar Terus Melorot

Sementara itu Kabag Pemerintahan Desa Timotius Suryadi mengatakan, terhadap kades yang bermasalah karena ada tuntutan dari lawannya atau pesaingnya, hal itu akan diselesaikan dengan instansi yang menanganinya. Sebab sesuai klausul gugatan tidak bisa membatalkan pelantikan. Yang menggugat memiliki argumen, Pemkab memiliki argumen. Dan nanti pengadilan yang akan menyelesaikan.

Demikian pula yang terkena masalah yang ditangai Polres, secara material akan dilihat dan diselesaikan oleh instansi yang bersangkutan. Jika nanti ada sesuatu, karena menyangkut jabatan kadesnya, baru akan diselesaikan.

Sebagaimana diwartakan, tujuh calon kades menggugat agar dilakukan pilkades ulang. Sementara ada satu kades yang sedang dalam penyelidikan karena masalah korupsi dana desa saat menjabat pada periode lalu dan kasus pungutan pensertifikatan tanah program nasional.(Joko DH)

Baca juga : Ultah IPHI ke-29 Dimeriahkan Festival Manasik 1.000 Anak

Tinggalkan Pesan