Bawaslu dan BNK Sukoharjo Luncurkan Mobil Super Hero Awas

bawaslu-sukoharjo3
SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) dan BNK Sukoharjo meluncurkan mobil konseling bersama bertajuk “Super Hero Awas”.  
Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto menjelaskan, fungsi mobil konseling tersebut untuk memberikan edukasi pada masyarakat terkait dengan pemilu berikut potensi pelanggaran yang bisa terjadi. 
“Mobil ini diluncurkan untuk memberikan edukasi pada masyarakat, kaitannya dengan pemilu. Sehingga mereka benar-benar paham mengenai seluk beluk pemilu, berikut dengan potensi pelanggaran yang ada,” jelas Bambang. 
Dengan keberadaan mobil tersebut, kata Bambang, diharapkan masyarakat akan lebih paham apa saja yang terkait dengan pemilu. Termasuk dengan jenis-jenis pelanggarannya. Sehingga jika mereka menemukan hal semacam itu bisa langsung koordinasi dengan pengawas pemilu. “Kami juga menyediakan kanal khusus untuk menerima laporan pelanggaran pemilu via online. Jadi masyarakat tinggal membuka website atau aplikasinya, semua sudah ada,” jelasnya. 
Terkait dengan BNK sendiri, menurut Bambang, hal itu juga berkenaan dengan sosialisasi mengenai bahaya nakoba. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini, banyak sekali orang dari segala usia dan profesi yang sudah terpapar narkoba. 
Karena itu, keberadaan mobil diharapkan bisa memahamkan masyarakat mengenai bahaya narkoba. “Jadi selain fungsi pengawasan pemilu, mobil ini juga memberikan edukasi pada masyarakat untuk narkoba.” 
Penyuluh BNK Sukoharjo, Agus Widanarko alias Danar menjelaskan, mobil yang digunakan tersebut merupakan mobil pribadinya yang sudah dirombak. Di dalamnya terdapat tempat untuk konseling, serta buku dan layar LCD.
“Ini memang kolaborasi antara kami (BNK) dan Bawaslu untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba dan pengawasan pemilu. Jadi tajuknya adalah Mobil Super Hero Awas. Awas Narkoba dan Awasi Pelanggaran Pemilu,” jelas Danar. 
Teknis sosialisasi yang dilakukan adalah, saat keliling ke kampung-kampung penyuluh BNK bergantian dengan pengawas pemilu memberikan sosialisasi. Hal tersebut menurut dia efektif karena sasaran yang disuluh adalah komunitas yang selama ini memang jarang tersentuh oleh Bawaslu. (Heru Susilo)
 

Tinggalkan Pesan