Kampus Garda Terdepan Melawan Hoaks

kampus-garda-hoaks

SOLO,suaramerdekasolo.com-Civitas akademika perguruan tinggi sebagai kaum intelektual selayaknya tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan cek data , cek  sumber dan menganalisa kebenarannya.

“Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menyaring hoaks dan ujaran kebencian yang saat ini menyerang seluruh lini,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta Nurul Sutarti dalam Kegiatan Sarasehan “Memilih Itu Juara” yang digelar di Gedung Garuda Graha kampus STIE AUB Surakarta.

Sementara itu, dosen STIE AUB Surakarta Dr Khairuman menyatakan, mahasiswanya telah diberikan tameng sejak awal masuk Perguruan Tinggi, melalui Orientasi mahasiswa baru, selain literasi informasi melalui mata kuliah seperti etika bisnis dan pemasaran. Selain itu dalam setiap Diskusi kelas, mahasiswa dibangun untuk berpikir cerdas dalam menanggapi berita-berita tidak benar, apalagi kampus yang tidak dibenarkan untuk berpihak dan berpolitik, polarisasi ke dalam salah satu kutub tidak mungkin akan terjadi dalam kampus.

Baca : Ajarkan Kepedulian melalui Dongeng

Pada dialog dengan topik “Peran Perguruan Tinggi Ikut Memerangi Hoaks yang Menyerang Proses Pemilu”, tersebut, Nurul juga mengungkapkan hasil diskusi KPU dengan berbagai pihak yang menyatakan, kota Surakarta tidak termasuk kota rawan pada penyelenggaraan Pemilu.

“Berdasar penyampaian beberapa pihak, baik Bawaslu , aparat kepolisian, Kota Surakarta dari sisi penyelenggaraan pemilu tidak masuk kategori rawan,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menepis image tentang kota Surakarta sebagai  kota dengan suhu pendek, dengan kritis terhadap informasi , melawan hoaks dan saring sebelum sharing.

Baca : Teknologi Informasi Harus Dukung Pelestarian Seni Budaya

Kegiatan Memilih Itu Juara diikuti sekitar 100 mahasiswa perguruan tinggi AUB.

Sementara itu aktivis Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Solo Raya Niken Satyawati mengemukakan kampus yang merupakan wadah kalangan akademis harus  menjadi yang terdepan dalam perlawanan terhadap hoaks.  Pihaknya berharap acara seperti digelar di STIE AUB hari ini juga banyak diadakan di kampus-kampus lainnya.

Ia mengungkapkan, Mafindo menemukan 17 hoaks yang menyerang KPU sebagian besar melalui media sosial facebook. (Evie Kusnindya)

Baca : UTP Gandeng IASA, Saatnya Perguruan Tinggi Hasilkan Lulusan Spesifik

Tinggalkan Pesan