Pengawas TPS di Karanganyar Kurang 246 Orang

0
pengawas-pemilu-kra
KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Jumlah pengawas tempat pemungutan suara (TPS) di Karanganyar masih kurang 246 orang. Dari kebutuhan pengawas untuk 3.149 TPS, hingga awal pekan ini baru terpenuhi sebanyak 2.903 orang. 
Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karanganyar Sudarsono mengatakan, kekurangan pengawas TPS karena terbentur aturan. 
“Dalam UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum disebutkan, bahwa pengawas TPS harus berusia minimal 25 tahun dan pendidikan minimal SMA sederajat,” katanya, Kamis (21/3). 
Dalam proses rekrutmen beberapa waktu lalu, Bawaslu sebenarnya sudah merekrut pengawas TPS sesuai jumlah yang dibutuhkan. Sebab, Bawaslu menerima semua pelamar yang menyerahkan berkas, termasuk dari mereka yang usianya di bawah 25 tahun. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi jika ada kebijakan bahwa pengawas TPS boleh berusia di bawah 25 tahun. 
 
Namun jika tidak ada kebijakan tersebut dari Bawaslu RI, maka Bawaslu Karanganyar akan berupaya merekrut pengawas TPS dengan syarat sesuai ketentuan, hingga 24 Maret atau sehari sebelum pelantikan dilakukan. 
“Kami masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI untuk solusinya. Kami berharap, segera ada instruksi  untuk menyikapi kekurangan pengawas TPS ini. Sebab, mengacu pada jadwal, pengawas TPS dilantik serentak pada 25 Maret mendatang,” katanya. 
Sudarsono mengatakan, Panwascam di wilayah-wilayah yang masih kekurangan pengawas TPS terus bergerak, untuk berupaya memenuhi kekurangan tersebut. “Besok (hari ini, Red), kami akan kumpulkan Panwascam untuk koordinasi, sekaligus mengupayakan agar kekurangan tenaga terpenuhi,” jelasnya. 
 
Jika hingga H-1 pemilu pelantikan ternyata kekurangan belum terpenuhi semua, maka Bawaslu Karanganyar berencana melibatkan panitia pengawas desa atau kelurahan, untuk menjadi pengawas TPS. 
“Ya itu salah satu solusi yang bisa ditempuh, jika kekurangan pengawas TPS tidak terpenuhi. Tapi kami akan mengupayakan, agar semua terpenuhi hingga sebelum pelantikan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan