Siswa SMK Kesehatan Daarul Hidayah Gelar Doa Bersama

unbk-doa-bersama

*Jelang UNBN dan USBN 2019

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 25 siswa kelas XIII SMK Kesehatan Daarul Hidayah Sukoharjo menggelar doa bersama untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasiinal (USBN) tahun 2019, Jumat (22/3). Mereka berkumpul disalah satu ruangan dan secara hikmat mengikuti doa bersama yang dipimpin seorang guru.

“Mereka akan menghadapi UNBK dan USBN pekan. Jadi ini salah satu persiapan buat mereka agar berjalan lancar,” ujar Kepala Sekolah SMK Kesehatan Daarul Hidayah Sukoharjo, Danang Adhi Prasetya, Jumat (23/3).

Untuk pelaksanaan UNBK rencananya agar digelar Senin-Kamis (25-28/3) nanti dan langsung dilanjutkan USBN. Ini merupakan keikutsertaan pertama kali bagi siswa SMK Kesehatan Daarul Hidayah untuk UNBK dan USBN. Karena SMK Kesehatan Daarul Hidayah ini merupakan sekolah yang baru didirikan..

Baca : USB Surakarta Berangkatkan 720 Mahasiswa ke Singapura

“Kita sekolah baru dan untuk siswa kelas XII hanya 25 siswa putra putri dengan jurusan Farmasi.  Jadi ini UNBK dan USBN pertama yang akan diikuti,” ungkap dia.

Doa bersama ini sebagai motivasi dan dorangan siswa dapat menjalankan ujian dengan lancar serta baik. Semoga Tuhan memberikan kemudahan dalam mengerjakan dan mendapatkan nilai yang terbaik. Optimistis mereka bisa mengerjakan dan memperoleh hasil yang maksimal.

“Ini bentuk motivasi dan dukungan kita buat anak-anak yang akan berjuang dalam UNBK  dan USBN. Semoga hasilnya bisa memuaskan,” imbuh dia.

Baca : Jadi SD Swasta Rujukan, Begini Kiat SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Dalam UNBK dan USBN ini ditargetkan bisa lulus 100 persen. Mereka sudah siap menghadapi ujian nasional ini. Bahkan persiapan terus dilakukan dengan menggelar pelatihan-pelatihan buat siswa. “Target kami lulus 100 persen. Optimistis itu bisa terwujud dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain,” terang dia.

Menurutnya, total siswa SMK Kesehatan Daarul Hidayat saat ini mencapai 130 an siswa mulai dari kelas X, XI dan XII. Sosialisasi ke masyarakat terus dilakukan lewat produk-produk herbal yang dihasilkan para siswa. Selain juga lewat kegiatan lain, seperti cek kesehatan maupun baksos untuk masyarakat.

“Kita memang tengah merintis dan yakin kedepan bisa maju dengan keahlian yang dimilikinya. Sosialisasi terus kita lakukan,” tandasnya. (Ari Welianto)

Baca : Pelatihan Kerja Difabel Harus Berkelanjutan

Tinggalkan Pesan