Pemilik Rumah Diungsikan, Tanah Retak di Bangunsari

tanah-retak-wng

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com- Fenomena tanah retak di bawah rumah terjadi di Dusun Bangunsari RT1 RW9 Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Akibatnya tiga penghuni rumah terpaksa diungsikan sejak, Kamis (21/3).
Menurut keterangan Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto, retakan tanah diawali rekahan kecil lalu kian melebar di di bawah rumah milik Karinem warga dusun setempat. “Awalnya hanya rekahan kecil. Tetapi karena tidak ada langkah penutupan dan penimbunan, rekahan semakin lebar,” katanya.

Retakan tanah semakin lebar karena air hujan mengalir masuk ke dalam rekahan tanah tersebut. Akibatnya timbul kejenuhan di dalam lapisan tanah. Kondisi itu berpotensi menyebabkan pergeseran tanah dan longsor.

Baca : Pembangunan Fisik TMMD Semagar Dikebut

Petugas BPBD telah mengukur dan memeriksa retakan tanah. Panjang rekahan 32 meter dengan lebar sekitar 20-30 sentimeter. Adapun penurunan tanah rata-rata terjadi 20-25 sentimeter. Lokasi retakan tanah berada di daerah perbukitan dengan ketinggian 280 meter dari permukaan laut (dpl).

Selain itu, beberapa bidang temboknya juga retak dan bergeser. Sebuah rumah milik Sukino yang berada di bawah rumah milik Karinem juga terancam tanah longsor.
“Kami juga sudah melapor kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di Bandung dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng untuk melaksanakan kajian teknis,” kata Bambang Haryanto. (Khalid Yogi)

Baca : Selama Februari, Kerugian Akibat Bencana Alam di Kota Gaplek Telan Rp 681 Juta

 

Tinggalkan Pesan