BUMDes Doplang Atasi Pencemaran Sampah

2
51
BUMDes-Doplang

*Jadi Jujugan Warga untuk Belajar

UPAYA mengatasi luapan sampah berhasil dilakukan BUMDes Dlopang, Kecamatan Teras. Sampah warga, kini berhasil disulap menjadi aneka barang berguna.
Tak hanya hiasan bunga, tempat tisu, tas dan barang kerajinan lainnya. Sampah plastik yang tak bisa didaur ulang disulap menjadi batako, bata cantik dan paving. Khususnya sampah plastik keresek dan plastik pembungkus makanan.
Sedangkan untuk sampah organik, dimanfaatkan menjadi kompos untuk pupuk tanaman. Kini, lokasi pengolahan sampah yang dikelola BUMDes Bareng Nyawiji, Desa Doplang menjadi jujugan masyarakat untuk belajar tentang pengolahan sampah.
“Bahkan, baru- baru ini, kami juga mendapat penghargaan sebagai juara pertama lomba inovasi sampah menjadi bahan bangunan. Inovasi kami adalah batako dari bahan limbah kertas,” ujar Saryono, ketua ketua pengelola BUMDes Bareng Nyawiji.

Baca : Dukuh Ngepreh Dibal Bakal Dibangun RTH Senilai Ratusan Juta Rupiah

Baca : KKP Dorong Peningkatan Produksi Benih Ikan

Diungkapkan, keberhasilan tersebut menjadi kado terindah bagi seluruh masyarakat yang telah bersusah payah bersama- sama mengelola sampah. Sehingga, kini sampah tidak lagi menjadi bahan buangan.
“Justru sampah menjadi bahan bermanfaat bagi manusia.”
Dicontohkan, bahan sampah plastik yang tak bisa diurai oleh bakteri di dalam tanah kini diolah menjadi bahan bangunan. Selain bata cantik sebagai pengganti batu candi alam, juga ada paving. Bahkan, pihaknya memberikan garansi jika paving tersebut pecah. Harga paving ditetapkan sebesar Rp 6.000/ buah untuk pembelian kurang dari 3.000 buah.“Kalau lebih, kami beri harga khusus Rp 5.000/ buah.” 
Pembuatan batako sampah sangat sederhana. Sebelumnya, sampah dibakar sehingga menjadi cair.

Baca : Waduh, Pemilih Bingung Buka Surat Suara

Lalu cairan plastik dimasukkan ke dalam mesin cetak pres manual dan dibiarkan beberapa saat. Kemudian, mesin pres dimasukkan ke dalam kolam berisi air agar cairan cepat mengeras.
“Lalu batako dikeluarkan dari mesn cetak dan dibersihkan.”
Hasilnya, sebuah batako berwarna hitam mengkilap dan tahan pecah. Saat ini, pihaknya mengaku sedang menyelesaikan pesanan 10.000 paving. Dalam sehari, BUMDes mampu memproduksi paving sekitar 110 buah paving yang digarap dua orang. “Untuk satu buah paving dibutuhkan sampah plastik 3 kg.”
Di samping pengolahan sampah, pihaknya juga membuat taman bermain. Taman dilengkapi dengan aneka tanaman bunga. “Pengunjung juga bisa belajar bertanam padi di lahan yang sudah disediakan.” (Joko Murdowo)

Baca : Fara, Bocah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here