Puskesmas dan Perdes Doyong Lagusung Gelar Rakor-Sosialisasi

rakor-dbd-sragen

-Meninggalnya Abu Bakar Diduga Akibat DBD

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Miri dan perangkat Desa Doyong, Kecamatan Miri pun langsung menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi terkait serangan demam berdarah dengue (DBD), Sabtu (23/3). Rapat digelar di Balai Desa Doyong dihadiri sekitar 60 peserta.
Ymt Kades Doyong Joko Mulyono mengatakan, tujuan rakor dan sosialisasi DBD dilakukan agar jika ada warga Desa Doyong yang mengalami gejala DBD, bisa cepat ditangani.
‘’Agar kejadian serupa yang menimpa Abu Bakar itu tidak terulang,’’ tuturnya. Rakor dan Sosilasiasi DBD itu juga dihadiri Muspika Miri menggelar rakor dan sosialisasi DBD.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sragen dr Agus Sudarmanto didampingi Kepala Puskesmas Miri dr Eny Suramto, hadir saat rakor sebagai nara sumber.

Baca : Remaja Warga Doyong Sragen Meninggal Diduga Terjangkit DBD

Agus Sudarmanto mengungkapkan, upaya pencegahan serangan nymuk aedes aegypty yang paling efisien adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Tindakan pengasapan (fogging) harus terencana, karena dampak racun yang ditimbulkan dari fogging cukup berbahaya,’’ ungkap Agus Sudarmanto. Joko Mulyono menamabahkan, akibat adanya serangan DBD, maka enam RT di Desa Doyong terpaksa di fogging.
Sebelumnya, Abu Bakar (15), seorang remaja ceria yang tinggal di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sabtu (16/3) lalu meninggal diduga akibat terkena serangan DBD. Meninggalnya Abu Bakar membuat geger Desa Doyong karena sempat tersiar kabar korban tidak mendapatkan pelayanan yang bagus saat dirawat di puskesmas setempat. (Anindito AN)

Baca : Setelah Dinanti-nantikan, Kantor Kecamatan Sambungmacan Diresmikan

 

Tinggalkan Pesan