Remaja Warga Doyong Sragen Meninggal Diduga Terjangkit DBD

rakor-dbd-sragen2

-Saat Dirrawat Ditengarai Kekurangan Infus 

SRAGEN,suaramerdekasolo.com- Abu Bakar (15), seorang remaja ceria yang tinggal di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sabtu (16/3) lalu meninggal diduga akibat terkena serangan DBD. Meninggalnya Abu Bakar membuat geger Desa Doyong karena sempat tersiar kabar korban tidak mendapatkan pelayanan yang bagus saat dirawat di puskesmas setempat.
Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Miri yang tinggal di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Agug Purnomo.
‘’Abu Bakar meninggal akibat tidak mendapatkan infus untuk pertolongan pertama di Puskesmas Miri. Alasan pihak medis, karena obesitas,’’ jelas Agung Purnomo. Meninggalnya Abu Bakar sempat memicu ketegangan antara keluarga dengan pihak Puskesmas Miri.

Baca : Setelah Dinanti-nantikan, Kantor Kecamatan Sambungmacan Diresmikan

Pihak Puskesmas Miri dianggap keluarga korban tidak serius menangani suspect DBD yang diderita Abu Bakar. Sehingga mengakibtakan korban terlambat menerima pertolongam, sehingga meninggal dalam perjalanan saat akan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo.
Sebaliknya Kepala Puskesmas Miri Eny Suramto menyatakan sudah menangani pasien sesuai standar opersional (SOP) Puskesmas. Upaya pembelaan dr Eny Suramto membuat pihak keluarga Abu Bakar yang diwakili Agung Purnomo, tersinggung dan marah. ‘’Karena faktanya Abu Bakar yang obesitas itu tidak ditangani dengan baik. Di infus saja tidak. Ini jelas keteledoran,’’ protes Agung Purnomo, mewakili keluarga Abu Bakar. (Anindito AN)

Baca : Kapolres Sragen : Sebulan Jelang Pemilu 2019, Sragen Tetap Kondusif

 

Tinggalkan Pesan