Waduh, Pemilih Bingung Buka Surat Suara

SURAT SUARA: Petugas membantu pemilih memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara pada simulasi Pemilu 2019 di Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo. Foto : Joko Murdowo
BOYOLALI,suaramerdekasolo.com— Sebagian besar calon pemilih ternyata belum memahami  cara membuka dan menutup surat suara dengan benar. Hal itu terlihat pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak 2019, Minggu (24/3).
Simulasi digelar KPU Boyolali di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11, Dukuh Karang Lor, Rt 03, Rw 06, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo. Para pemilih khususnya yang berusia diatas 50 tahun terlihat bingung lama saat membuka dan menutup kembali surat suara tersebut. 
Simulasi ini persis dengan pelaksanaan Pemilu sesungguhnya. Di depan TPS ada papan informasi tentang tata cara pemilihan. Pemilih datang dan menyerahkan undangan atau KTP lalu antre untuk menuju bilik suara.
Mereka pun secara bergantian melakukan pencoblosan di bilik suara yang telah disediakan. Surat suara yang sudah tercoblos kemudian dimasukkan kedalam lima kota suara sesuai dengan warna surat suara.
Pemilih yang sudah selesai tak lupa diminta mencelupkan jarinya kedalam tinta suara. Setelah itu, pemilih diminta mengisi daftar absen. Dalam sosialisasi tersebut, pemilih juga mendapatkan makanan ringan serta uang hadir Rp 50.000/ orang.
Menurut Komisioner KPU Boyolali, Siti Ulfa, simulasi ini sangat penting untuk mengetahui secara pasti pelaksanaan Pemilu April mendatang. Hal itu untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan dengan benar dan lancar.
“Sehingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan paham dengan pengisian berbagai macam jenis Form atau lembar yang ada. Terutama pada Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) tidak terjadi kesalahan dalam penulisan,” katanya disela- sela simulasi. 
Begitu juga dengan waktu yang dibutuhkan pemilih dalam mencoblos juga sangat penting untuk dijadikan acuan pelaksaan Pemilu di Boyolali. Dimana, setiap pemilih membutuhkan waktu antara 3-5 menit untuk mencoblos.
Bahkan ditemukan ada sejumlah pemilih yang sudah lanjut usia butuh waktu hingga 10 menit untuk mencoblos. Hal itu menjadi temuan KPU untuk dilakukan evaluasi supaya pelaksanaan Pencoblosan berjalan lancar.
“Dalam hal pelipatan juga kita ketemukan masih ada kekeliruan, terutama bagi pemilih lanjut usia.” 
Ulfa menambahkan, melalui simulasi ini maka KPU dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk penyelenggaran pemilihan. Mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara.  “Makanya, KPU Boyolali juga mengundang seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 19 Kecamatan untuk hadir dalam simulasi.” (Joko Murdowo)
 

Tinggalkan Pesan