Siswa SD Muhammadiyah PK Lebih dulu Dhuha dan Doa Bersama

0
unbk-sd-muPK

*Sebelum Latihan USBN

SOLO,suaramerdekasolo.com-Kendati baru latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), namun SD Muhammadiyah Program Khusus (Muh PK) berupaya meraih hasil optimal.  Sebab menurut Wakasek Bidang Kesiswaan dan Humas SD Muh PK Muhamad Arifin, latihan tingkat kota bisa dijadikan tolok ukur perolehan nilai dan rata-rata sekolah untuk USBN.
“Kami mempersiapkan latihan USBN ini seperti menyiapkan ujian yang sesungguhnya, mulai dari latihan paket-paket soal, tambahan pelajaran, dan yang tidak kalah penting persiapan fisik dan mental siswa”, jelas guru kelas VI SD Muh PK Siti Junaidati. 
Ia menambahkan, latihan USBN kemarin diikuti sebanyak 57 siswa yang digelar  Senin-Rabu (25-27/3). 
Ia menambahkan bahwa untuk menghadapi latihan USBN, diperlukan peran yang sinergis antara siswa, orang tua siswa, dan guru sangat penting untuk meraih hasil yang dicita-citakan.
“Di samping mengkondisikan siswa untuk siap menghadapi ujian, kami juga selalu berkomunikasi secara intensif dengan orang tua siswa terkait perkembangan akademik, sikap, dan perilaku siswa”, imbuhnya.
Sinergi tersebut, lanjutnya,  terlihat di hari pertama sebelum siswa mulai latihan USBN. Semua orang tua siswa bersama siswa dan guru melakukan salat duha, tausiyah, dan doa bersama di masjid Kottabarat. 
Nursalam, Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat dalam tausiyah setelah salat duha mengingatkan kepada para siswa untuk tetap tenang dan fokus dalam menghadapi latihan USBN. “Latihan USBN ini sudah mulai didampaingi pengawas silang dari sekolah lain, ustaz berharap anak-anak tetap tenang dan fokus dalam mengerjakan soal”.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan hasil ujian sekolah bukan akhir dari perjalanan belajar, tetapi pintu pembuka bagi kesuksesan-kesuksesan berikutnya. “Tanamkan terus dalam diri kalian semangat untuk terus bekerja keras dan pantang menyerah untuk meraih cita-cita yang diinginkan”, pungkasnya.
Kegiatan doa bersama dipimpin oleh Wahyu Widodo, salah satu guru agama di sekolah tersebut. Sebelum doa bersama ia mengingatkan pentingnya saling mengikhlaskan atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan sebagai prasyarat diterimanya doa. 
“Latihan USBN berjalan dengan lancar dengan tingkat kehadiran siswa seratus persen. Tidak ada kendala teknis karena semua perangkat sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya,” katanya. (Evi Kusnindya)

Tinggalkan Pesan