Mantan Kades Sanggrahan Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

2
sertifikat-tanah-slo

*Menggelapkan Sertifikat Tanah Milik Warganya

SOLO,suaramerdekasolo.com- Mantan Kepala Desa Sanggrahan, Grogol, Adi Sucipto (52) yang menggelapkan sertifikat milik warganya, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.
Dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Joko Widodo SH, pada Kamis (21/3), Adi Sucipto dijatuhi hukuman satu tahun dua bulan penjara dalam kasus penggelapan sertifikat milik Prawoto (48) yang bekerja sebagai pengayuh becak.
Haryo Anindito SH selaku kuasa hukum Prawoto mengemukakan putusan majelis hukum tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 1 tahun enam bulan. ”Namun putusan majelis hakim tersebut sudah memenuhi rasa keadilan bagi kliennya. Setelah ada vonis, kami masih menunggu apakah terdakwa Adi Sucipto akan mengajukan banding atau tidak,” terangnya.

Baca : Hasil Curian Dipakai Jaminan Utang

Adapun sertifikat Prawoto yang masih menjadi barang bukti perkara, kata Haryo, masih dipegang jaksa sebab belum ada putusan hukum tetap atau inkrah. ”Apabila terdakwa menerima putusan hakim, klien kami dapat segera mengambil sertifikat yang masih ditangan jaksa,” terangnya.
Atas putusan majelis hakim tersebut, Prawoto merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada pengacaranya yang membantu sampai selesai, pihak kepolisian yang mengusutnya secara tuntas hingga majelis hakim yang memutuskan perkaranya secara adil.
Senang dan puas atas putusan hakim diungkapkan Prawoto saat berbincang dengan Suara Merdeka di warung makan Pondok Jowi, Manahan, Solo, Sabtu (23/3) siang.
”Intinya saya puas dan berterima kasih kepada Kantor Hukum Sambuwana Jaya Lawfirm, kepada Polres Sukoharjo, dan semua pihak yang membantu kasus ini terungkap,” terangnya.
Kasus penggelapan ini awalnya Prawoto pinjam uang Rp 400.000 kepada Adi Sucipto saat masih menjabat sebagai Kepala Desa Sanggrahan, Grogol.
Kejadian tersebut berkisar tahun 2008, dimana saat pinjam uang, Prawoto menjaminkan SHM Nomor 3486 miliknya seluas 115 m2 yang ada di Desa Sanggrahan.
Lalu, pada 2011, Prawoto telah membayar hutangnya Rp 400.000.
Namun, sertifikat tanah yang dijaminankan ke Adi Sucipto tidak dapat diambil dan ternyata oleh Adi Sucipto telah digadaikan kepada seorang pejabat di Sukoharjo berinisial BG sebesar Rp 20 juta.
Mengetahui duduk permasalahan yang terjadi, Prawoto didampingi Haryo Anindito dari Kantor Hukum Sambuana Jaya Lawfirm melaporkan kasus dugaan penggelapan sertifikat ini ke Polres Sukoharjo, pada Mei 2018. (G11)

Tinggalkan Pesan