Tiga Pembalap Solo Buru Tempat di Pelatda

1
pembalap-solo

*Bakal Bersaing di Tanjakan Baturaden

SOLO, suaramerdekasolo.com – Tiga pembalap sepeda muda Solo bersiap memburu slot atau tempat dalam tim pelatda Jateng proyeksi Pra-PON 2020. Ketiganya, Saputro Reno Wijayanto, Shindu Ardiyanto dan Annisa Destein Cindy Qiawati, bakal bersaing dengan para pembalap dari berbagai daerah lain di Purwokerto untuk menembus tim pelatda, Sabtu (30/3).

‘’Ketiganya bakal memacu kecepatan pada nomor individual time trial (ITT) yang menjadi ajang seleksi balapan jalan raya. Rutenya berupa tanjakan sepanjang lebih kurang 5,7 km di jalur naik Baturaden, Purwokerto,’’ kata pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo, Agus Sadiyanto, Selasa (26/3). Guna menghadapi persaingan tersebut  para pembalap muda Kota Bengawan ditempa dengan berbagai materi latihan. Rute tanjakan di jalur-jalur lereng Gunung Lawu daerah Karanganyar menjadi porsi utama latihan dalam sepekan ini. ‘’Terakhir, Senin (25/3), anak-anak latihan jalur cukup panjang Solo-Wonogiri-Ngadirojo-Karanganyar-kembali ke Solo. Rute itu sebagian berupa rolling dan tanjakan,’’ tambah Agus.

Peluang

Namun latihan ringan tetap disisipkan sebagai recovery atau pemulihan kondisi fisik para atlet yang usianya belum genap 20 tahun tersebut. Recovery biasa dilakukan di jalur landai, Solo-Prambanan dan Solo-Boyolali.

‘’Ketiga atlet itu sama-sama punya peluang untuk menembus pelatda. Apalagi Cindy menjadi juara nomor ITT di tanjakan Matesih-Girilayu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, Oktober 2018 lalu,’’ tutur Agus.

Selain seleksi ITT yang digelar Sabtu (30/3) pagi, Cindy dan Shindu rencananya juga mengikuti seleksi untuk nomor cross country atau XC pada sore harinya, juga di kawasan Baturaden. Pada Porprov lalu, Cindy yang saat ini berusia 17 tahun juga merebut gelar juara kedua XC, di belakang atlet Asian Games Nining Porwaningsih.

Sesuai ketentuan, cabang balap sepeda pada PON Papua 2020 memberi batasan usia maksimal atlet pesertanya, 21 tahun. Artinya pada Pra-PON yang digelar pada tahun ini, usia para peserta maksimal 20 tahun.

‘’Sebenarnya, kami ingin menurunkan ketiga-tiganya dalam XC juga. Tetapi karena kami hanya punya satu sepeda XC, maka terpaksa hanya bisa digunakan gantian Cindy dan Shindu,’’ ujar Agus.(Setyo Wiyono)

Tinggalkan Pesan