Di Boyolali, Napi Bersih- bersih Masjid

3
napi-masjid-boyolali

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com– Sebanyak 10 warga binaan membersihkan kawasan Masjid Ageng Boyolali, Rabu (27/3). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan 2019.

Didampingi petugas Rutan Boyolali, mereka menyapu dan mengepel lantai. Sebagian lagi membersihkan kotoran atau sarang laba- laba yng menempel di dinding. Para napi juga membersihkan rumpit dan memungut sampah di lingkungan masjid yang berada di Komplek Setda Terpadu tersebut.

Menurut Kepala Rutan Boyoalli, Muhammad Ali, para napi berjalan kaki dari rutan ke Masjid Ageng tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan seperti napi kabur, maka dilakukan pengawasan oleh petugas.“Setiap satu napi didampingi atau diawasi oleh dua petugas  rutan,” katanya.

Baca : Tragis, Bermain di Kubangan Bekas Tambang, 3 Bocah Tenggelam

Adapun syarat mengikuti kegiatan ini adalah napi yang sudah menjalani lebih dari setengah masa hukuman. Selain itu, sebelumnya mereka sudah dipantau Tim Pengamat Pemasyarakatan tentang sikap, perilaku, dan mentalnya.

“Jika salah satu diantara ketiga kriteria itu dinilai tidak memenuhi syarat, maka tidak diikutkan dalam kegiatan itu.”

Salah satu napi, Setiyono (38), warga Ngablak, Magelang, napi kasus perampokan di Paras, Kecamatan Cepogo, mengaku senang bisa ikut kegiatan bersih- bersih Masjid Ageng. Pasalnya, dia bisa menghirup udara segar di luar komplek Rutan. “Saya berharap bisa segera bebas,” ungkap napi yang telah menjalani 20 bulan dari hukuman 24 bulan ini.

Dia pun berharap bisa seera bertemu keluarganya. Apalagi, selama dalam tahanan, dirinya sengaja melarang keluarga menjenguk agar hemat biaya. “Sekali menjenguk ramai-ramai sekeluarga bisa menghabiskan uang hingga Rp 500.000. Yaitu, untuk biaya transport, makan, dan membeli rokok. Daripada dibuang, lebih baik untuk mencukupi kebutuhan keluarga, terutama anak- anak.” (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan