UKM Perlu Digugah Kesadarannya untuk Ikut BPJS Ketenagakerjaan

0
21
umkm-bpjs-ketenagakerjaan

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta pelaku usaha sektor informal, perlu digugah kesadarannya untuk menyertakan diri mereka sendiri dan karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Kepesertaan dalam program tersebut akan meminimalisir risiko yang dihadapi, jika pelaku usaha dan pekerjanya mengalami risiko kecelakaan kerja. Sehingga meminimalisir munculnya warga miskin baru, akibat pelaku usaha maupun pekerjanya tidak bisa bekerja.
Hal itu diungkapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surakarta Yosef Rizal, saat penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar di Bale Branti, Ngargoyoso, Rabu (27/3).
“Kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan ini salah satu upaya mencegah timbulnya warga miskin baru. Bagaimana jika pelaku usaha atau pekerjanya mengalami kecelakaan kerja misalnya, butuh pengobatan biaya besar, tidak bisa bekerja, yang akan memberatkan,” katanya.

Baca : Perusahaan Tekstil Wonogiri ini Mampu Tampung 5.440 Karyawan


Sementara jika yang bersangkutan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan terkaver beban finansial yang dibutuhkan lewat program yang diikuti.
“Karena itu, kami bekerjasama dengan berbagai pihak, agar informasi mengenai keberadaan BPJS Ketenagakerjaan bisa disampaikann lebih luas. Ini kan program negara, yang wajib disosialisasikan informasi keberadaannya. Targetnya bagaimana semua pelaku usaha dan pekerjanya mendapat jaminan sosial. Menjadikan program jaminan sosial ini sebagai kebutuhan, karena manfaat yang diperoleh besar,” tuturnya.
Di Karanganyar, menurut Yosef, masih banyak pelaku usaha dan pekerjanya, terutama di sektor UKM, yang masih belum ikut program BPJS Ketenagakerjaan.
“Selama ini, mindset kebanyakan orang, BPJS kan kesehatan. Tapi itu hanya memproteksi peserta program saat mengalami sakit yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan. Kalau yang berkaitan dengan hubungan kerja, BPJS Kesehatan tidak bisa mengkaver,” katanya.
Yosef mengatakan, ada empat program yang bisa diikuti peserta di BPJS Ketenagakerjaan. Yakni program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun.
“Kami tawarkan ke masyarakat, ini lho ada empat program yang bisa diikuti. Minimal dua lah, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Sehingga jika mengalami risiko kerja, ada jaminan sosial yang bisa mengkaver.

Baca : Peternakan Binaan Baznas Akan Jadi Lokasi Outbond

Apalagi untuk jaminan kecelakaan kerja, biaya pengobatan dan perawatan yang diberikan kepada peserta itu unlimited. Sampai dia dinyatakan sembuh, sesuai diagnosa medis,” tandasnya.
Kepala Disdagnakerkop UKM Waluyo Dwi Basuki mengatakan, ada 900an UKM di Karanganyar yang saat ini terdata dan potensial untuk menjadi sasaran kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan.
“Keikuitsertaan dalam program tersebut, tentu akan melindungi pelaku usaha dan pekerjanya jika mengalami risiko kerja,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here