Uniba Bina Perajin Kuningan di Cepogo

uniba-kuningan-cepogo

SOLO,suaramerdekasolo.com- Perajin kuningan di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dinilai perlu ditingkatkan kemampuannya untuk mengakses pasar ekspor. Peningkatan kemampuan tersebut dinilai sebagai hal penting untuk bekal mereka menghadapi kompetisi di era industri 4.0. 

Hal itu mengemuka dalam sosilisasi hasil penelitian Tim Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT) Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta yang digelar belum lama ini.  

Anggota Tim PKPT Uniba Rochmi Widayanti mengemukakan penelitian tersebut dilakukan melihat  pentingnya pembenahan berbagai hal di usaha kecil dan menengah di desa tersebut.Salah satunya dalam bidang tata kelola  UKM tersebut seiring perkembangan zaman.

‘’Kerajinan kuningan yang ada di Desa Tumang berorientasi pada pasar ekspor sehingga perubahan global sangat memengaruhi usaha mereka. Perajin harus melek perkembangan teknologi informasi agar tidak terpinggirkan,’’ kata Rochmi.  Melihat kondsi yang terjadi di kalangan perajin, lanjut peneliti lainnya, Ratna Damayanti, tim melihat perlu adanya pembenahan tata kelola pelaku usaha di Desa Tumang terutama dari sisi sumber daya manusia. Selain kemampuan pemilik dalam mengakses teknologi informasi juga perlu adanya regenerasi dari agenerasi muda dalam keberlanjutan usaha kerajinan Kuningan). Selain itu juga perlu adanya peningkatan dalam hal bidang produksi baik dari kualitas bahan, teknologi pendukung proses produksi, serta inovasi produk berbasis kearifan lokal).

Baca : Siswa SMK Kesehatan Daarul Hidayah Gelar Doa Bersama

‘’Sementara di bidang keuangan, perajin juga perlu dibina dalam hal tata kelola keuangan, standarisasi harga antar kelompok perajin. Untuk bidang marketing, mereka perlu untuk meningkatkan akses online dalam networking,’’ kata Ratna. Ratna mengemukakan, penelitian tersebut merupakan kerjasama Uniba sebagai tim pengusuldan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai mitra. Kegiatan tersebut sebagai upaya menjalin keberlanjutan program Tri Darma Perguruan Tinggi  dengan pemangku kepentingan yakni Pemerintah Desa Tumang dan perajin kuningan di Tumang.  

Camat Cepogo Insan Adi Asmono menyambut positif kegiatan tersebut. Mawardi memaparkan perlunya jalinan kerjasama antar perajin sehingga muncul keunggulan dalam persaingan usaha. Ia juga berpesan pelaku usaha maupun perajin kuningan di desa tersebut segera membentuk paguyuban dan ke depan mampu menjadi unit bisnis Badan Usaha milik Desa (BUMDes) Tumang.

Salah satu pelaku ekspor juga dihadirkan dalam kegiatan tersebut yakni pimpinan PT Nuanza Porcelain Indonesia, Roy Wibisino Anang Prabowo. Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kolaborasi antar lembaga yaitu perajin, pemerintah, akademisi serta  praktisi agar dapat mendukung keberlangsungan usaha kecil kuningan.(Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here