1.100 Orang di Wogiri Pengidap TBC

0
tbc-wonogiri

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com- Jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Wonogiri yang tercatat selama 2018 lalu mencapai 1.100 orang. Jumlah penderita yang belum tercatat kemungkinan masih banyak karena kesadaran masyarakat dalam melaporkan kesehatannya terbilang rendah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma didampingi Kabid Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Suprio Heryanto mengatakan, kesadaran masyarakat yang rendah itu karena penderita malu mengidap TBC. Oleh karena itu, setiap Puskesmas telah mengaktifkan kader-kadernya untuk menggalakkan Gerakan Ketuk Pintu (GKP), yakni mencari penderita TBC dari rumah ke rumah.
“Setiap desa sudah mempunyai kader Puskesmas. Mereka mengaktifkan GKP dan program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS),” kata Suprio, baru-baru ini.

Baca : Seru, Ratusan Siswa Bermain Bersama Polisi di Baleharjo

Baca :Sumber Kemiskinan, Musim Kering Warga harus Beli Air Bersih

TBC biasanya ditularkan dari orang lain. Ketahanan tubuh seseorang sangat mempengaruhi bisa atau tidaknya terjangkit penyakit tersebut. Masa inkubasinya sekitar dua minggu. Sedangkan masa pengobatannya rata-rata berlangsung 6-8 bulan. “Serangan TBC tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing,” terangnya.
Dia mengungkapkan, tingkat keberhasilan pengobatan atau angka kesembuhan penderita TBC di Kabupaten Wonogiri menempati peringkat pertama di Jawa Tengah. Angka kesembuhan penderita TBC di kabupaten tersebut mencapai 92,72% atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya 90%. “Angka kesembuhan di Wonogiri terbaik se-Jateng,” imbuhnya.
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran TBC. Antara lain dengan mengerahkan para kader Puskesmas di setiap desa, melaksanakan sosialisasi, dialog interaktif di radio, dan membagikan masker.
Selain itu, pihaknya juga mencari suspect atau orang yang diduga terkena gejala penyakit TBC di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonogiri. “Puncaknya kami adakan dengan menggelar talkshow di Selogiri dengan menghadirkan seluruh kader pada 23 Maret lalu,” katanya. (Khalid Yogi)

Baca : Selama Februari, Kerugian Akibat Bencana Alam di Kota Gaplek Telan Rp 681 Juta

Tinggalkan Pesan