300 Jamaah Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Mranggen

1
12
subuh-berjamaah-sukoharjo

*Program Kami Menyapa Subuh

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 300 jamaah mengikut salat subuh berjamaah di Masjid Baitussalam Desa Mranggen Kecamatan Polokarto, belum lama ini. Hadir dalam kegiatan ini Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah, Dr Mustafa Nahra Wardaya, Kepolsek Polokarto, AKP Aris Dwi Handoko dan anggota TNI/Polri serta warga.  

Pada kesempatan itu Kapolsek Polokarto AKP Aris Dwi Handoko memberikan tausyiahnya. Di hadapan para jamaah, dia mengajak untuk mewaspadai berita hoaks dan berita bohong yang tersebar di media sosial (medsos). “Jangan mudah percaya terhadap berita yang belum tentuk kebenarannya,” ujar dia, kemarin.

Menurutnya, dalam tahun Politik ini dihadapkan dengan pemilu yang tinggal beberapa hari lagi. Silahkan untuk memilih pemimpin yg dianggap cocok dihati bapak ibu, dalam hal pendapat dan perbedaan adalah hal yang biasa. Tapi jangan lupa sama sama tetap  menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif.

“Semua jamaah untuk mensukseskan pemilu jangan terpecah gara gara pemilu jaga Persatuan dan Kesatuan. Lewat kegiatan program kami menyapa subuh sekalian untuk membangun silaturahmi dan menyampaikan Informasi yang berkembang saat ini,” terannya.

Baca : Kapolres Warning Pihak Yang Coba Gagalkan Pemilu

Baca : Emak-emak Millenial Kartasura Deklarasi Anti Hoax

Dengan program ini akan menjadikan seorang Polisi yang amanah. “Insya Allah, kalau kita melakukan sholat subuh benar-benar ikhlas maka semua berjalan lancar karena sholat subuh sangat banyak manfaatnya. Kita berniat menjadi sebaik-baiknya manusia, kita hidup harus bermanfaat untuk lingkungan yang Rahmatan Lil Alamin. Mumpung Kita masih di beri waktu,” sambungnya.

Sementara itu Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah, Dr Mustafa Nahra Wardaya mengatakan merasa senang atas kehadiran TNI/POlri  yang ikut bersama melaksanakan salat subuh berjamaah. “Kalau bisa dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pas ada acara saja.

”Benar yang dikatakan Kapolsek, jika perbedaan pilihan jangan sampai terpecah belah dan jangan mudah percaya. Karena banyak sekali Hoak atau berita bohong, ini merupakan tantangan kita bersama,” paparnya.

Tahun ini adalah tahun politk dan menghadapi pemilu. Diharapkan masyarakat jangan berselisih, berdebat yang bisa menimbulkan perpecahan. “Perlu hati hati terutama cara menerima berita atau menyebar berita, tabayunlah dulu kepada penyebarnya,” pungkas dia. (Ari Welianto)

Baca : Duh…Tandatangan Manual Bakal Tidak Laku 

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here