Ratusan Pegawai Terminal Ikuti Tes NAPZA

0
tirtonadi-tes-urine

SOLO,suaramerdekasolo.com-Sebanyak 200 pegawai terminal Tipe A Tirtonadi mengikuti tes Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif di terminal setempat, Jumat (29/3). Hal tersebut dilakukan lantaran masih banyak didapati pegawai di instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan obat-obatan tersebut untuk menambah vitalitas dalam bekerja.
“Kegiatan ini merupakan implementasi terhadap situasi darurat narkoba di Indonesia. Jawa Tengah masuk dalam kategori provinsi yang rawan dan banyak ditemukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut. Oleh sebab itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bekerjasama dengan pengelola terminal Tirtonadi menyelenggarakan Pencegahan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di terminal setempat,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNN Provinsi Jawa Tengah, Susanto saat ditemui di sela kegiatan.

Baca : Muspida Provinsi Jawa Tengah Bersih-bersih Keraton Solo

Baca : Pedagang Minta Pemkot Ikut Promosikan Pusat Kuliner Baru Kottabarat

Susanto mengkalim, nilai prevalensi penyalahgunaan NAPZA di Jawa Tengah sebesar 1,16 persen. Sebelumnya jumlah tersebut berada di angka 1,96 persen, sehingga terdapat penurunan jumlah penyalahgunaan obat terlarang itu di tengah masyarakat.
“Prevalensi di Jawa Tengah cukup baik dari 34 provinsi di Indonesia. Jadi, jumlah penyalahgunaan narkotika dibandingkan penduduk Jawa Tengah berada di urutan 32. Namun angka absolut jumlah penyalahgunaan narkotika Jawa Tengah berada di posisi tiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur,” kata dia.

Lingkungan kerja sehat

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto menerangkan, kegiatan pengecekan dengan tes urin tersebut tak menemukan pegawai yang positif menggunakan NAPZA. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai juga upaya dalam menurunkan penyalahgunaan obat-obat terlarang di lingkungan kerja. “Dimulai dari pegawai terminal, mereka harus bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bersih dari narkotika. Harapannya, masyarakat ikut berpartisapasi dalam program P4GN itu. Sehingga prilaku hidup sehat di lingkungan kerja tercipta dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang itu berkurang di Solo. Pengecekan dan tes urin tersebut, tak mendapati pegawai terminal yang positif menggunakan obat terlarang,” kata Joko. (Ilham Baktora)

Baca : Januari-Februari 2019, Dishub Tindak 15 Pelanggaran Parkir Liar

Tinggalkan Pesan