Sunarna Prakarsai Klaten Berdzikir dan Shalawat

0
sunarna-berdzikir-klaten

*Mengejar Dunia Diimbangi Mengejar Akhirat

SEBAGAI politikus dan pengusaha, calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan nomor 2 di Dapil VIII Banyumas-Cilacap, Sunarna berkeyakinan bahwa, mengejar kesuksesan di dunia harus diimbangi dengan mengejar kesuksesan di akhirat. Karenanya, tidak lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak heran bila dia juga aktif dalam kegiatan keagamaan.

Saat ini, pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Klaten itu duduk selaku selaku Pembina Pondok Pesantren Nur Azizah di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Hal itu dilakukan untuk menyeimbangkan kegiatan duniawinya yang padat.

Kegiatan di Pondok Pesantren Nur Azizah antara lain mengumpulkan yatim piatu baik perempuan maupun laki-laki menjadi santri untuk menghafal Alquran. Kegiatan keagamaan sangat penting untuk penyeimbang kegiatan sebagai politikus dan pengusaha.

‘’Bila kita mengejar dunia sekuat tenaga, maka kita juga harus mengejar akhirat sekuat tenaga sesuai harapan agar dalam kehidupan kita selamat di dunia dan akhirat, juga sukses dunia dan sukses akhirat,’’ kata Sunarna, Senin (1/4).

Hal itu telah diwujudkan saat Sunarna memimpin Kabupaten Klaten selama periode 2005-2015, dia memprakarsai gerakan ‘’Klaten Berdzikir dan Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf’’. Acara itu juga bisa merekatkan tali silaturahim antar masyarakat Klaten saat bertemu dalam kegiatan keagamaan. Jadi, dia bertemu masyarakat tidak hanya dalam kegiatan formal di pemerintahan saja.

Kegiatan Dzikir dan Shalawat itu digelar sebagai agenda rutin selapanan dengan bertujuan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Klaten untuk meminta berkah kepada Allah SWT agar masyarakat diberikan keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan lahir batin.

Di Desa Ngerangan Kecamatan Bayat, Klaten, keluarga besar Sunarna juga mendirikan Yayasan Kasatryian Entrepreneur Indonesia di atas tanah seluas 2,5 hektar. Di komplek tersebut terdapat joglo kayu jati terbesar di Indonesia. Bangunan tersebut sudah memasuki tahap penyelesaian. Di bagian belakang joglo utama, ada kelas-kelas untuk pembelajaran dan menghafal Alquran.

‘’Di depan ada kelas-kelas untuk calon pengusaha dari seluruh Indonesia. Sekolah cepat ini gratis, ada yang 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan setahun. Tujuannya mencetak entrepreneur handal yang religius, sukses dunia dan akhirat. Insya Allah nantinya bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak hanya yang ada di Kabupaten Klaten,’’ kata Sunarna.

Selama memimpin Klaten, Sunarna juga selalu berupaya memberi dukungan pada kegiatan keagamaan yang digagas mayarakat. Semua itu, dalam upaya menjadikan pembangunan yang dilakukan menjadi lebih bermakna, mendukung terciptanya situasi kondusif, aman, agamis dan saling menghargai antar umat beragama.(Merawati Sunantri)

Baca juga : Sunarna Pelopori Lahirnya Perda BUMDes Pertama di Indonesia

Tinggalkan Pesan