Tularkan Virus Kewirausahaan melalui Kopi

Uniba-Entrepreneurial-Unive

* Uniba Jadi Entrepreneurial University

SOLO suaramerdekasolo.com- Misi Universitas Islam Batik (Uniba ) Surakarta untuk menjadi Entrepreneurial University tampaknya tak main main.
Salah satunya dengan tantangan dalam perkuliahan di semester awal yang diberikan dosen pengampu mata kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM Dr Solichul Hadi Ahmad Bakri.
Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen itu melakukan terobosan unik dalam metode perkuliahannya. Selain memberikan materi perkuliahan secara tatap muka maupun bimbingan online, ia juga memberikan tantangan pada mahasiswanya untuk menjadi wirausahawan.
“Jadi mahasiswa secara kelompok menjadi wirausahawan. Mereka mendirikan koperasi dan membuat usaha sebagai start up. Modalnya kami siapkan secara bergulir, ” kata Sholichul.
Dikatakan, ada lima kelas yang diampunya dalam mata kulih tersebut. Ada lima jenis usaha berbeda yang dirintis kelima kelompok tersebut.
Untuk awal perkuliahan, Solichul memberikan gambaran tentang usaha yang bisa dirintis mahasiswa sebagai start up.

Baca : Uniba Bina Perajin Kuningan di Cepogo

Baca : Begini Cara Mendidik Siswa Miliki Ketrampilan Berpikir Analisis

Kemudian mahasiswa juga diminta membuat proposal bisnis untuk usaha yang akan dirintisnya. Hal itu sekligus mengajari mahasiswa semester awal untuk menyusun proposal penelitian.
Selain memberikan motivasi melalui kisah para unicorn, ia juga membagikan kiat suksesnya sebagai pelaku usaha kedai kopinya yang telah sukses.
Menurutnya, bisnis kedai kopi saat ini sedang menjadi tren dan peluangnya masih terbuka lebar. Bisnis tersebut juga sangat terbuka untuk dijajal para mahasiswa.
Dalam perkuliahan tersebut produk-produk kopi dikenalkan serta cara pengolahannya. Cara penyeduhan kopi yang unik dan membutuhkan detail yang tepat juga diperagakan dalam kegiatan tersebut. Diantaranya cara penyeduhan dengan menggunakan metode V60, Manual Brew, dan Expresso. Berbagai cara roasting juga diperkenalkan diantaranya, light, medium, dan dark.
Menurutnya, sebelum memilih bisnis yang akan ditekuni, seorang pemula perlu mengenali dan menyukai hal yang akan digeluti dlm bisnisnya.
“Sejak semester awal, mahasiswa sudah kami bekali dengan ilmu dan praktik kewirausahaan,” paparnya saat berbincang dengan suaramerdekasolo.com.

Baca : Rektor UNS Ditetapkan dalam Tiga Menit

Ia yang juga menjabat Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batik (Yapertib) tersebut mengemukakan jika generasi milenial dalam merintis bisnis awal biasanya didasari pada tiga hal yakni modal kecil, keuntungan besar dan menjanjikan ketenaran.
Ia juga berpesan agar seorang wirausahawan harus tangguh dan berprinsip fast (cepat), intense (keinginan kuat) dan purpose driven atau fokus pada satu tujuan awal. Dengan modal tersebut, start up bisa tahan uji dan tak gampang menyerah dalam menjalnkn bisnisnya.
Dikatakan, peran kewirausahaan memiliki implikasi yang cukup besar terhadap perekonomian. Solichul menambahkan bahwa untuk menjadi pelaku wirausaha seharusnya mampu mencari ide-ide yang belum tereksplorasi oleh pihak lain. Solichul mengungkapkan bahwa seoarang pelaku usaha harus dapat menciptakan pasar serta mewujudkan peluang menjadi kenyataan.
Solichul menambahkan bahwa untuk menjadi pelaku wirausaha seharusnya mampu mencari ide-ide yang belum tereksplorasi oleh pihak lain. Solichul mengungkapkan bahwa seoarang pelaku usaha harus dapat menciptakan pasar serta mewujudkan peluang menjadi kenyataan.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, sehingga mereka memiliki soft skill dalam kewirausahaan. Hal ini tentunya sejalan dengan misi UNIBA Surakarta sebagai Entrepreneurial University. (Evie Kusnindya)

Baca : Dekan Suez Canal University Mesir Beri Kuliah Umum di UMS

 

Tinggalkan Pesan