Jokowi : Belajarlah Dari Afganistan

SELFI : Presiden Jokowi foto selfi dengan para peserta peringatan isra Mi'raj di GOR Pandawa, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Rabu (3/4) malam. Foto : Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak belajar dari konflik yang terjadi di Afganistan. Dimana wanita dan anak-anak menjadi korban dari konflik perang berkepanjangan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pandawa Solo Baru, Kecematan Grogol, Sukoharjo, Rabu (3/4) malam.
Di depan seribuan peserta yang hadir, presiden mengatakan sudah beberapa kali bertemu dengan Presiden dan Ibu Negara Afganistan. Saat bertemu dengan ibu negara, dia bercerita mengenai kedamaian yang ada di sana 40 tahun yang lalu.
“Saya dua kali bertemu dengan ibu negara Afganistan. Apa yang beliau sampaikan ke saya? Presiden Jokowi, 40 tahun yang lalu saya bisa nyetir sendiri di kota Kabul, kadang nyetir antar pulau dengan aman tanpa ada masalah. Semua wanita bisa melakukan itu padahal di negara lain masih banyak yang memakai sepeda dn sepeda motor,” kata Jokowi.
Tetapi karena dua suku yang bertikai, berkonflik, dimana satu suku membawa teman dari negara lain, suku satunya juga begitu, kata Jokowi, akhirnya terjadi perang yang berkepanjangan di Afganistan. Dari konflik tersebut yang paling dirugikan adalah wanita yang tidak bisa keluar rumah dan anak-anak yang tidak bisa sekolah.
“Bahkan sekarang di sana bisa naik sepada saja sudah bersyukur. Betapa konflik itu mengembalikan negara menjadi mundur entah berapa puluh tahun ke belakang,” ujar Presiden.
Karena itu, presiden mengingatkan, Negara Indonesia yang sangat besar dengan 714 suku, 17 ribu pulau dan 269 juta penduduk merupakan wilayah yang sangat besar dan harus dijaga. Perbedaan yang ada sudah menjadi takdir Tuhan dan harus selalu dirawat.
Karena itu presiden mengajak seluruh warga untuk tetap hidup rukun dan tidak terpecah hanya karena urusan politik. Baik itu Pilbup, walikota, Gubernur dan pilihan presiden.
“Marilah apa yang disampaikan ibu negara Afganistan menjadi evaluasi, koreksi kita agar kehidupan kita berbangsa dan bernegara bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari,” ajak presiden. (heru susilo)

 

Tinggalkan Pesan