Tim Parabadminton Raih Lima Emas Lagi

0
20
badminton-NPCI

*Pengumpulan Poin Menuju Tokyo 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tren positif mengiringi tim parabadminton Indonesia dalam perburuan poin menuju Paralympic Games Tokyo 2020. Usai sukses meraih lima gelar juara di Turki, Deva Anrimusthi dkk kembali merebut lima medali emas pada kejuaran ‘’2nd Fazza-Dubai Parabadminton International 2019’’ di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa-Minggu (2-7/4). Sekeping medali perak dan empat perunggu pun turut dibawa pulang tim National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut.

‘’Alhamdulillah, kami bisa meraih lima medali emas di Dubai. Hasil itu jadi modal berharga bagi para atlet untuk mengumpulkan poin demi menuju Paralympic Tokyo 2020,’’ kata pelatih tim NPCI Pusat, M Nur Rochman melalui pesan telepon selulernya.

Deva merebut dua medali emas. Di final tunggal putra klasifikasi SU5, dia menundukkan Like Hou Cheah (Malaysia), 21-19, 18-21 dan 21-16. Dia yang berpasangan dengan Suryo Nugroho juga menang atas Raj Kumar/Rakesh Pandey (India) di final ganda putra SU5.

Peningkatan Fisik

Dua medali emas juga direbut Leani Ratri Oktila. Berduet dengan Khalimatus Sadiyah, dia menang atas Cheng Hefang/Ma Huihui (Tiongkok), 8-21, 21-12 dan 21-16 di final ganda putri SL3-SU5. Leani yang berduet dengan Hary Susanto juga unggul atas Lucas Mazur/Faustine Noel (Perancis), 21-19, 21-15 di final ganda campuran SL3-SU5.

Sedangkan satu medali emas lainnya digenggam Fredy Setiawan/Dwiyoko usai menang 15-21, 21-13 dan 21-11 atas Kumar Nitesh/Tarun (India) di final ganda putra SL3-SL4.

Sekeping medali perak diraih Leani Ratri dari nomor tunggal putri SL4. Sementara perunggu diraih Suryo Nugroho (tunggal putra SU5), Fredy Setiawan (tunggal putra SL4), Khalimatus Sadiyah (tunggal putri SL4) dan Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan (ganda campuran SL3-SU5).

Disinggung soal evaluasi dari kejuaraan internasional di Turki dan Dubai, Nur Rochman menyebut masih perlunya peningkatan kemampuan fisik para atlet. ‘’Butuh tambahan latihan fisik lebih keras, karena sejumlah atlet tersebut bertanding merangkap di dua-tiga kelas,’’ ujarnya.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here