Yayasan Kakak Surakarta Dorong Pemkot Sahkan Perda KTR

0
yayasan-kakak-solo2

SOLO,suaramerdekasolo.com-Yayaysan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) Surakarta mendorong Pemkot segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bengawan. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi capaian Kota Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA) di tingkat utama.
“Solo memang masuk di tingkat utama dalam pencapaian KLA. Namun, capaian tersebut tidak diimbangi dengan Perda KTR, padahal jika sudah masuk dalam tingkat utama, Perda KTR yang melarang iklan rokok harus dimiliki kota yang bersangkutan. Hingga saat ini Perda tersebut belum ada di Solo,” ungkap Direktur Yayasan Kakak Surakarta, Shoim Sahriyati saat ditemui pada kampanye KTR di area car free day (CFD) Solo, Minggu (14/4).
Menurutnya, monitoring iklan promosi rokok yang dilakukan dalam dua pekan di Solo, mendapati lebih kurang 1.450 iklan promosi rokok dalam berbagai bentuk. Selain itu, angka perokok pada anak-anak tercatat cukup tinggi di Indonesia. Dua dari lima anak, memilih merokok lantaran iklan dan promosi yang ada.
“Monitoring itu kami lakukan sebagai upaya mendorong Pemkot segera membuat kebijakan KTR, hingga kini monitoring masih kami lakukan. Hasil temuan tersebut sangat memprihatinkan, apalagi promosi dan iklan yang ada mempengaruhi anak-anak untuk merokok,” kata dia.
Shoim menjelaskan, dalam Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok dijelaskan, terdapat tujuh kawasan yang harus terbebas dari asap rokok.
“Kawasan tersebut antara lain, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Kami masih menemukan pelanggaran aturan tersebut di beberapa kawasan, salah satunya angkutan umum. Sehingga Perda itu sangat dibutuhkan,” ugkap dia.
Kampanye yang digelar di simpang tiga Sriwedari tersebut diikuti puluhan anggota dari Forum Anak se-Surakarta, termasuk komunitas yang telah mengembangkan wilayahnya menjadi KTR. Panitia juga menggelar spanduk untuk membubuhkan tanda tangan bagi pengunjung CFD untuk ikut mendukung kebijakan terhadap aturan KTR di Kota Bengawan. (Ilham Baktora)

Tinggalkan Pesan