Anggaran Terbatas, Gaji Guru Honorer Belum Bisa UMK

0
gaji-guru-honorer-sragen

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Kabupaten Sragen diminta untuk lebih memperhatikan guru honorer di Sragen. Pasalnya, hingga sekarang ini penghargaan bagi mereka masih kurang dan banyak yang mendapatkan honor lebih rendah dari Upah Minimum Kabupaten (UMK). Padahal mereka sudah banyak berjasa untuk dunia pendidikan serta mengajar selama bertahun-tahun.

Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat yang juga mantan Ketua DPRD Sragen Sugiyamto, tatkala ditemui. Sugiyamto berharap Pemkab Sragen bisa memberikan perhatian lebih pada guru honorer. Dia yakin ada anggaran yang bisa untuk menambah pendapatan mereka.
”Kami yakin anggaran itu tersedia dan APBD Sragen sangat mampu untuk memberikan gaji guru honorer minimal sebesar UMK,” katanya.

Menurutnya, untuk membayar gaji sekitar 2.000-2.500 guru honorer yang ada di Sragen, sebesar UMK maka dalam setahun hanya butuh sekitar Rp 46 miliar. Itu angka yang kecil dibanding pengabdian guru yang sudah belasan hingga puluhan mengabdi. ”Tanpa mereka, proses pendidikan di sekolah juga tidak akan bisa berjalan dengan baik, karena guru yang Aparatur Sipil Negara (ASN) itu di sekolah sangat sedikit,” ujarnya.

Beberapa daerah juga sudah memberikan honor setingkat UMK kepada para guru honorernya. Pihaknya sangat yakin Sragen mampu karena anggaran daerah cukup longgar untuk mengalokasikan hanya Rp 46 miliar setahun. Kalau terbatas, bisa dipangkas anggaran-anggaran yang kurang mendesak seperti pelatihan yang kurang penting.
”Karena kami melihat guru honorer jauh lebih penting, karena berkaitan dengan nasib masa depan pendidikan Sragen juga,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Suwardi mengatakan, untuk honorer di Sragen mendapat Rp 650 ribu per bulan. Pihaknya menyampaikan anggaran tersebut diambil dari APBD Sragen. Dia menyampaikan angka tersebut untuk yang memenuhi persyaratan. Jika belum maka akan dibayar dari sekolah.
”Mengapa seperti itu, karena untuk guru honorer bisa sekarang memenuhi kriteria, tapi selanjutnya tidak. Banyak faktor seperti jumlah kelas, jam mengajar. SMP katakanlah kemarin memenuhi jam, tahun ajaran berikutnya tidak dapat murid juga menjadi persyaratan,” terangnya. (Basuni Hariwoto)

Tinggalkan Pesan