Jadilah Pemilih Cerdas, Ikhlas Menerima Hasil Pemilu

0
ilustrasi-pemilih-cerdas

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Masyarakat Karanganyar secara khusus, maupun Indonesia pada umumnya, diimbau untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam Pemilu 2019 dan ikhlas menerima hasil pesta demokrasi.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian, maupun hoaks atau berita bohong, melalui akun media sosial yang dimiliki. Sehingga tercipta situasi wilayah yang kondusif, menjelang maupun pascapemilu.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar Badaruddin menegaskan, pelaksanaan Pemilu 2019 harus damai, adil dan jujur.
“Jadilah pemilih yang cerdas. Apapun hasilnya, terima dengan ikhlas. Siapapun yang terpilih, itu sudah takdir Allah SWT. Yang menang maupun kalah harus bisa sama-sama menahan diri,” katanya, Senin (15/4).
Lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bekerja optimal agar tercipta pemilu yang adil.
“Kami juga meminta, agar masyarakat tidak main hakim sendiri, jika menemukan tindakan yang diduga melanggar hukum. Misalnya jika menemukan kasus politik uang, laporkan pada yang berwenang. Jangan bertindak sendiri,” imbuhnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karanganyar Ahmad Hudaya juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, masyarakat yang telah memiliki hak pilih harus menggunakan suaranya dengan bijak.
“Jangan golput. Mari sama-sama ikut menentukan masa depan. Soal hasilnya, semua legawa. Kalah maupun menang,” tandasnya.

Dikatakannya, FKUB telah melakukan roadshow ke 17 kecamatan untuk bertemu berbagai elemen masyarakat, agar ikut berpartisipasi mendinginkan suasana menjelang pemilu. “Tokoh masyarakat dan tokoh agama, kami harap menjadi mesin pendingin suasana, bukan provokator. Sehingga suasana tetap tenteram,” tuturnya.

Sejumlah baliho yang berisi ajakan pada masyarakat untuk menjaga situasi aman dan damai, telah dipasang FKUB di sejumlah lokasi. “Intinya mengajak masyarakat untuk selalu menguatkan persatuan dan kesatuan di Karanganyar. Kami juga meminta agar masyarakat menyaring informasi yang masuk, tidak gampang percaya dengan berita bohong di media sosial,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Tinggalkan Pesan