Ada Dugaan Dibunuh, Anggota DPRD Sragen yang Meninggal di Wonogiri

0
anggota-dprd-sragen-meningg
 
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com- Sugimin (51), seorang anggota DPRD Kabupaten Sragen yang meninggal dunia di Wonogiri diduga dibunuh. Polres Wonogiri telah mengamankan seorang perempuan berinisial N yang diduga kuat berkaitan dengan kasus tersebut.
 
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasatreskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani mengatakan, perempuan yang belum disebutkan identitas lengkapnya itu mengaku membunuh korban. Dia memasukkan racun tikus ke dalam kapsul obat diare yang biasa diminum korban.
 
Akibatnya, korban keracunan kemudian ditemukan warga dalam keadaan tersungkur di tepi jalan Kepodang V, dekat SMP 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Senin malam (16/4). Nyawa Sugimin tidak sempat terselamatkan sebelum dia dilarikan ke RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri.
 
Pihaknya menduga kasus tersebut merupakan persoalan pribadi, bukan dilatarbelakangi masalah politik. Polisi telah mengamankan N, namun masih perlu mengumpulkan alat bukti lain termasuk hasil otopsi jenazah korban untuk memperkuat dugaan. “Dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Aditya.
 
Seperti diketahui, Sugimin ditemukan dalam keadaan tersungkur di tepi jalan Kepodang V, dekat SMP 1 Wonogiri, Senin malam (16/4). Pria warga Dukuh Karangnongko RT10 RW3 Masaran, Kabupaten Sragen itu kemudian meninggal dunia sebelum sampai di RSUD SMS Wonogiri.
 
Kabid Pelayanan Medis RSUD SMS Wonogiri dr Gatot Tri Wibowo didampingi Satpam Lexca Helga mengatakan, pria tersebut masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD pada Selasa (16/4) sekitar pukul 00.30.
 
Dokter kemudian melakukan visum terhadap jenazah Sugimin. Mereka tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Hanya ada bekas lecet kecil pada dagu yang diduga karena jatuh tersungkur. 
 
Namun, pupil mata jenazah pria itu mengecil. “Orang meninggal biasanya pupil matanya membesar. Itu bisa disebabkan berbagai faktor, mungkin karena efek obat atau karena menahan rasa sakit,” terangnya.
 
Pihak keluarga menyetujui otopsi terhadap jenazah korban. Otopsi kemudian dilakukan di RSUD Moewardi Surakarta.

Tinggalkan Pesan