Dua Dalang Cilik Siap Meriahkan Hardiknas

2
dalang-cilik
BERLATIH: Dua dalang cilik yang juga siswa SD Muhammadiyah 1 tekun berlatih bersama guru kesenian dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 tingkat Jawa Tengah. (Suaramerdekasolo.com/Evie K)
SOLO suaramerdekasolo.com – Dua siswa SD  Muhammadiyah 1 Surakarta akan tampil menjadi dalang dalam pergelaran wayang kulit di Pendapi Gedhe Balaikota dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 tingkat Jawa Tengah.
Hal itu dikemukakan Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko yang terungkap saat mengantar rombongan Lembaga Penjamin Mutu Pendidian LPMP di sekolah setempat. 
Menurutnya, kelompok karawitan “Wis Wayahe” menyampaikan syiar dan menguatkan pendidikan berkemajuan untuk menggali bakat dan minat potensi siswa di bidang seni. Hal itu sekaligus juga ditambahkan ide-ide baru, lebih kreatif, tidak monoton, dan tentunya harus bernilai seni yang tinggi
Agung Sudarwanto,  guru ektsrakurikuler SD Muh 1 mengemukakan,  sekolah berupaya mengawal generasi millenial untuk “ngerti lan weruh” Budaya Jawa. Beberapa mingu ini telah berproses dalam menyajikan “Tetuka Sang Gatutkaca”.
Ki Agung, sapaan akrab Agung Sudarwanto yang juga anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi)  guru dan sekolah harus menjaga atmosfer menyenangkan selama latihan. 
“Suasana dibuat menggembirakan, mengusung kurang lebih 35 personil, seperangkat gamelan slendro pelog inventaris sekolah, dua dalang Ananda Gibran Maheswara Juara 1 Festival dalang cilik 2019 dan Galen Bianco Hartono dalang berpotensi kekinian dengan dua layar minimalis,” katanya.
Saat  latihan di ruang karawitan berperedam, Agung menyampaikan, kedua dalang ini terus dibina demi sajian yang apik untuk kita persembahkan di Hardiknas.
“Dalam sajian kami akan berkolaborasi dengan tari yang menggambarkan gejolak api dikawah Candradimuka dan perang tanding Gatutkaca dengan Pracona yang dimainkan oleh anak-anak,” tandasnya.
Di sela-sela pertunjukkan ini, sambung dia, juga akan ada gebrakan pertunjukkan untuk memberi ruang dan waktu bagi siswa kami menorehkan karya seninya.
”Dalam pekan terakhir jelang hari H berlatih setiap pagi meskipun anak-anak belajar di rumah karena kelas 6 baru menghadapi UASBN,” ujarnya.  (Evie Kusnindya) 

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan