Peraih Emas Terbanyak Tim Solo

figur-Izzuddin-Afif

* Bonus Jadi Modal

WAJAH sumringah dan rasa bingung sempat menyelimuti Izzuddin Afif, saat menerima bonus atas prestasinya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018. Siswa kelas dua SMK Warga Surakarta itu menerima bonus prestasi terbesar di jajaran atlet kontingen Solo, Selasa (9/4).

Ketajaman bidikan yang menghasilkan enam medali emas, sekeping perak dan satu perunggu bagi tim menembak Kota Bengawan pada Porprov Oktober lalu, membuat Pemkot Surakarta memberikan apresiasi senilai Rp 160 juta kepadanya.

‘’Senang, tapi sempat bingung juga. Akhirnya bonus itu saya pakai modal untuk membuka toko kecil dan membeli mesin bubut untuk bengkel reparasi dan membuat onderdil senapan angin di rumah. Yah, jadi modal usaha,’’ kata siswa jurusan mesin tersebut.

Afif memang dibesarkan dari keluarga yang tak jauh dari urusan senapan. Ayahnya, Buyung Amran adalah petembak yang sering mengikuti berbagai kejuaraan terbuka, serta memiliki toko senapan angin di Pasar Ngarsapura, depan Pura Mangkunegaran Solo.

‘’Kakek saya dulu juga angkat senjata, karena pejuang 45. Maka sejak kecil saya akrab dengan senapan. Lagi pula ayah terus mendorong saya untuk berlatih menembak,’’ ujar remaja 18 tahun yang tercatat sebagai warga kawasan Singosaren Solo itu.

Tertembus Peluru

Sulung tiga bersaudara anak pasangan Buyung Amran-Parni itu mulai serius belajar menembak saat masih duduk di bangku SMP 19 Surakarta. Sang ayah sendiri yang melatihnya saat awal. Tapi Afif lalu mengembangkan potensinya bersama tim Pengkot Perbakin Solo.

Ada kejadian yang tak mungkin dia lupakan ketika awal-awal menggeluti olahraga menembak itu. ‘’Saya dulu nakal juga. Ketika belajar membidik sasaran, tidak kena-kena. Saya penasaran, apa peluru nggak keluar. Senapan saya isi gas, saya iseng nutup ujung laras dengan telapan takan yang telah dibungkus kain. Saat saya tembakkan ternyata masih ada pelurunya, menembus telapak. Untung nggak kena tulang,’’ tuturnya.

Kini, atlet kelahiran Sukoharjo, 4 Maret 2001 itu terus mengasah kemampuannya dalam latihan rutin. Semangatnya mengapung, lebih-lebih setelah menembus peringkat besar seleksi nasional untuk masuk pelatnas SEA Games Filipina.

‘’Sekarang saya masih bersaing dengan tiga atlet lain untuk merebut dua tempat di tim inti pelatnas. Saya ingin memperkuat tim Indonesia dan meraih medali pada SEA Games mendatang,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here