45 Pengendara Motor Terpantau Layar CCTV Melanggar Aturan Berlalu Lintas

0
pantauan-cctv

SOLO,suaramerdekasolo.com- Selama menerapkan sistem tilang dengan cara mengawasi para pengendara melanggar aturan berlalu lintas melalui kamera CCTV, sudah ada 45 pelanggaran yang terekam melalui layar CCTV. 
Sebanyak 45 pelanggar aturan berlalu lintas teridentifikasi dari layar CCTV yang terpasang di lima titik yang diawasi.

Lima titik yang melakukan pemantauan dan pengawasan melalui layar CCTV diantaranya di Pertigaan Kerten, Perempatan Patung Wisnu Manahan, Perempatan Banyuanyar dan Proliman Banjarsari.

”Di titik tersebut, anggota Satlantas ”memelototi” setiap kendaraan yang melintas. Jika melanggar, akan discreenshot lalu pengendara kendaraan bermotor akan dikirimi surat klarifikasi sesuai alamat yang tertera dalam STNK,” tegas Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safi’i, Sabtu (20/4).

Dari 45 pelanggar berlalu lintas, ada sekitar 20 persen telah konfirmasi ke kantor Satlantas dan setelah ada kecocokan data, pelanggar lalu lintas, kata Imam Safi’i, baru dibuatkan surat tilang untuk menjalani sidang di pengadilan seperti biasanya. 

Adapun 80 persen pelanggar berlalu lintas, lanjut Kasatlantas, tidak teridentifikasi nama serta alamatnya, karena jenis kendaraan yang melanggar sudah bukan pemilik asli yang memakainya. ”Dari pelanggar yang tidak teridentifikasi identitas tersebut, kita buatkan surat tembusan ke kantor Samsat untuk dilakukan pemblokiran,” terangnya.

Adapun warga masyarakat yang tidak diketahui identitasnya saat melanggar aturan berlalu lintas, urai Kasatlantas, akan mengetahui saat akan mengurus pajak tahunan di Samsat. Nah warga masyarakat yang melanggar tentu harus mengurus pelanggarannya dan ketika sudah selesai mengurusnya, pemblokiran baru dibuka. Setelah itu baru bisa mengurus pajak STNK.

Ditambahkan Kasatlantas, untuk memantau pelanggaran yang masih banyak terjadi, petugas Satlantas akan memaksimalkan pemantauan melalui layar CCTV hingga 30 titik. Penyebaran pemantauan itu akan dilakukan secepatnya.

Dengan sistem baru ini, kata Imam Safi’i, diharapkan banyak masyarakat sebagai pengguna jalan semakin patuh dan tertib dalam berlalu lintas. ”Patuh dan taat aturan, bukan karena selalu diawasi polisi, tetapi mengguggah kesadaran berlalu lintas di jalan untuk keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain,” tandas perwira menengah berpangkat melati satu dipundak itu saat berbincang dengan Suara Merdeka, Sabtu kemarin. (Sri Hartanto)
 

Tinggalkan Pesan