Adu Tangguh Pemanjat “Seperguruan”

0
26
JALUR LEAD: Pemanjat tim UNS Surakarta Lukman Perdana berusaha menyelesaikan jalur lead di papan panjat Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan. (Suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Adu ketangguhan dua pemanjat ‘’seperguruan’’ diprediksi akan terjadi di arena panjat tebing pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Rayon II yang digelar di kompleks Manahan dan kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Selasa-Jumat (23-26/4). Keduanya adalah Aman Syahril dan Lukman Perdana, yang sama-sama atlet binaan Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo.

Aman adalah atlet tim Solo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XIV/2013. Mahasiswa semester tempat tersebut merupakan andalan tim tuan rumah ISI Surakarta. Sementara Lukman menjadi awak tim Kota Bengawan pada Porprov XV/2018. Mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FKIP menjadi andalan kontingen Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

‘’Keduanya pasti bersaing ketat di babak penentuan. Lebih-lebih hanya ada nomor perorangan lead, speed dan boulder, serta sepertinya keduanya turun di tiga nomor itu,’’ kata Teddy Saba, pengurus pengkot yang juga manajer tim panjat tebing Solo pada Porprov XV/2018, Senin (22/4).

 

Siap Buru Gelar

Aman Syahril menyatakan siap memburu gelar juara. Atlet berambut kribo tersebut mengaku lebih berkonsentrasi ke papan lead dan boulder. Beberapa pekan terakhir, jalur-jalur pada dua papan panjat tersebut yang lebih diperdalam dalam latihan di Solo Sport Climbing Center Manahan.

‘’Perhitungan lawan terberat memang Lukman. Kami sudah sering latihan bersama. Tapi saya akan berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam persaingan nanti,’’ tandas Aman.

Lukman juga menyebut Aman sebagai rival terberatnya. Namun juga memperhitungkan rekan se-timnya di UNS, Ade P. ‘’Tapi saya lebih fokus untuk bersaing menghadapi Aman, karena dia sudah menggeluti panjat tebing sejak kecil. Betapapun saya ingin menjadi yang terbaik di kejuaraan ini,’’ ujar Lukman.

Salah seorang panitia, Dimas Satryo juga memperdiksi persaingan ketat terutama bakal terjadi pada atlet-atlet mahasiswa yang selama ini rajin mengasah kemampuan dirinya, termasuk Aman, Lukman dan Ade. ‘’Tapi yang bersaing nanti puluhan atlet dari 12 perguruan tinggi di eks Karesidenan Surakarta. Jadi siapa yang paling siap, pasti dia akan menjadi yang terbaik,’’ kata Dimas.(Setyo Wiyono)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here