Diduga Kelelahan, Anggota KPPS di Solo Meninggal

0
KPPS Solo
ISTRI ALMARHUM: Hartini, Istri almarhum Pamuji Ruswandi anggota KPPS TPS 70 yang meninggal lantaran kelelahan, saat diwawancarai di kediamannya kampung Cengklik RT 1/ RW 19, Nusukan, Banjarsari, Solo, Selasa (23/4). (suaramerdekasolo.com/Ilham)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggara pemilu, khususnya di Soloraya. Satu anggota KPPS di Kota Solo, tepatnya di TPS 70 Nusukan, Kecamatan Banjarsari, meninggal. 
“Kami baru mendapat info dari anggota kami terdapat satu anggota KPPS di TPS 70, Nusukan, Banjarsari, Solo meninggal dunia pada Sabtu (20/4) pukul 23.30 WIB. Diduga lantaran kelelahan setelah berjaga di TPS saat penghitungan suara dilaksanakan,” kata Ketua KPU Surakarta, Nurul Sutarti, Selasa (23/4).
Nurul mengungkapkan, anggota KPPS tersebut bernama Pamuji Ruswandi yang beralamat di Kampung Cengklik, RT 1/ RW 19, Nusukan, Banjarsari, Solo. Atas kejadian itu, pihaknya ikut berbela sungkawa dan berharap tak ada kejadian yang sama di kampung lain selama penghitungan manual berlangsung di Kota Bengawan.
“Anggota tersebut sudah dimakamkan pada Minggu (21/4) lalu pukul 13.00 WIB kami ikut berbelasungkawa dan harapannya tak ada anggota KPPS, PPS dan PPK yang mengalami hal serupa. Almarhum memang menjalankan tugas dengan baik, kejadian meninggalnya KPPS di Solo baru pertama ini yang terjadi,” ungkap dia.
Terpisah, Istri almarhum Pamuji Ruswandi, Hartini tak kuasa menahan air mata saat ditemui di kediamannya. Pria berusaia 46 tahun itu meninggal setelah berpamitan untuk menghadiri tasyakuran selesainya penyelenggaraan pemilu di balai desa.
“Saya langsung terkejut setelah suami dikabarkan jatuh setelah mandi malam. Warga langsung membantu mencarikan taksi untuk dibawa ke RS Brayat Minulya Solo. Saat itu muka suami saya membiru dan badannya kaku, setelah sampai di rumah sakit, suami saya dinyatakan meninggal karena sakit jantung. Padahal dia tak memilik riwayat sakit tersebut,” ungkapnya lirih.
Hartini mengaku, tiga hari setelah Pemilu 17 April lalu, suami tidak tidur selama tiga hari. Kemudian saat ikut diacara tasyakuran sempat memakan tengkleng sapi.
“Mungkin rasa lelah suami saya terasa pada Sabtu (20/4) setelah berjaga 24 jam dengan kualitas instirahat yang buruk. Karena kelelahan dan sebelumnya mengeluh badannya terasa panas pada pukul 22.00 WIB, saat dikamar mandi puncak rasa capek itu terasa dan terjatuh karena lelah. Pukul 23.30 WIB dinyatakan meninggal,” kata dia.
Almarhum telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kragilan dengan meninggalkan istri, Hartini dan dua putrinya, Gadis Septa P serta balita berusia 1,5 tahun Arysuta Nitimanta. (Ilham)

Tinggalkan Pesan