USB Akan Wisuda 75 Lulusan

0
beasiswa
Ilustrasi
SOLO suaramerdekasolo.com – Universitas Setia Budi (USB) Surakarta akan menyelenggarakan Wisuda Periode I Tahun 2019, di Gedung Sasana Krida Kusuma Manahan,Rabu (24/4) pagi .
Dalam wisuda periode I Tahun 2019 ini, USB meluluskan 75 wisudawan, dengan 16 di antaranya dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Periode ini terdapat 2 wisudawan yang berhasil menyandang predikat Lulusan Terbaik. Pertama, Anggi Restyana dari Program Studi S2 Ilmu Farmasi dengan IPK 4,00. Adapun untuk jenjang S1 Pratama Anggi Saputra dari S1 Farmasi  dengan IPK 3,93.
Wakil Rektor I Universitas Setia Budi Surakarta, Dr Peni Pujiastuti MSi dalam laporan akademiknya mengatakan bahwa 75 wisudawan yang diwisuda kali ini berasal dari 5 Fakultas yang terdiri dari 62 wisudawan dari Fakultas Farmasi. Jumlah tersebut terdiri atas 41 magister dan 21 sarjana.  
Kemudian 4 wisudawan Fakultas Teknik, 2 wisudawan Fakultas Psikologi, 4 wisudawan dari Fakultas Ekonomi. Selain itu terdapat 2 orang yang diwisuda sebaga Sarjana Sains Terapan Analis Kesehatan (Fakultas Analis Kesehatan) dan seorang  orang Ahli Madya Analis Kimia (Fakultas Teknik).
Dikemukakan Dr Peni,  USB memiliki 13 program studi di bawah 5 Fakultas yakni Fakultas Farmasi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi.
Proses pendidikan di kampus tersebut menurutnya dijalankan dengan program studi yang sudah terakreditasi BAN-PT, dengan mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku. Yakni, sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, menjalankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, untuk membentuk lulusan yang berbudi pekerti luhur, ekselen, cerdas dan kompetitif. 
Peni juga mengemukakan lulusan USB juga telah dilengkapi dengan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) berupa sertifikat uji kompetensi, khususnya untuk tenaga kesehatan.
Dengan bekal kompetensi serta pembelajaran yang sesuai dengan standar, dikatakan bahwa daya serap lulusan ahli madya kesehatan USB sangat bagus. Para calon tenaga kesehatan ini sebagian besar telah bekerja di berbagai instansi pemerintah/ swasta sesuai kompetensinya, rumah sakit, laboratorium klinik, industri obat, industri makanan dan minuman, apotek, dan lainlain. “Lulusan kami juga memiliki sertifikat Bahasa Inggris, karena itu merupakan salah satu syarat untuk lulus. Selain itu, sebanyak lima persen mahasiswa terbaik D-3 sudah langsung memperoleh penempatan kerja. (Evie Kusnindya)
 

Tinggalkan Pesan